New START: Perjanjian Senjata Nuklir Rusia-AS Resmi Berakhir, Picu Kehawatiran Global
Pakta Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Nuklir Strategis (New START) antara Rusia dan Amerika Serikat berakhir pada 4 Februari 2026. Dengan berakhirnya perjanjian itu, maka baik Rusia dan AS tidak lagi terikat oleh kewajiban dan deklarasi simetris, serta bebas menentukan langkah selanjutnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia pada Rabu, mengatakan pihaknya telah berupaya memperpanjang perjanjian itu, yang inisiatif terakhirnya diajukan pada 22 September 2025.
Saat itu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengusulkan agar pembatasan senjata terkait dalam perjanjian tersebut tetap diberlakukan setidaknya selama satu tahun setelah masa berlakunya berakhir.
Namun, kementerian itu mengaku belum menerima tanggapan resmi dari Amerika Serikat terkait inisiatif tersebut melalui saluran bilateral.
"Dalam situasi saat ini, kami berasumsi bahwa para pihak dalam New START tidak lagi terikat oleh kewajiban atau deklarasi simetris apa pun dalam kerangka perjanjian tersebut, termasuk ketentuan intinya, dan pada prinsipnya bebas memilih langkah selanjutnya," kata Kemlu Rusia.
Rusia menyatakan akan bertindak "secara bertanggung jawab dan seimbang" dengan mengembangkan kebijakannya di bidang senjata serangan strategis berdasarkan analisis menyeluruh terhadap kebijakan militer AS dan situasi umum di ranah strategis.
Kemlu Rusia kembali menegaskan kesiapan pemerintahnya untuk mengambil langkah militer-teknis yang tegas guna menangkal potensi ancaman tambahan terhadap keamanan nasional.
"Pada saat yang sama, negara kami tetap terbuka untuk mencari cara-cara politik dan diplomatik guna menstabilkan situasi strategis secara menyeluruh berdasarkan solusi dialog yang setara dan saling menguntungkan, apabila kondisi yang sesuai untuk kerja sama tersebut tercipta," kata kementerian itu.
New START merupakan satu-satunya perjanjian yang tersisa dan mengikat secara hukum untuk membatasi kekuatan nuklir strategis AS dan Rusia. Berakhirnya perjanjian itu memicu kekhawatiran akan dimulainya era baru persaingan nuklir tanpa regulasi.
Diketahui, perjanjian New START membatasi semua senjata nuklir jarak jauh antarbenua Rusia yang dikerahkan, termasuk setiap hulu ledak nuklir Rusia yang dimuat ke dalam rudal balistik jarak jauh antarbenua yang dapat mencapai Amerika Serikat dalam waktu sekitar 30 menit.
Perjanjian ini juga membatasi Avangard yang telah dikerahkan dan Sarmat yang sedang dalam pengembangan, dua senjata nuklir jarak jauh baru Federasi Rusia yang paling siap beroperasi dan dapat mencapai Amerika Serikat. Perpanjangan New START memastikan AS akan memiliki batasan yang dapat diverifikasi pada senjata nuklir utama Rusia yang dapat mencapai wilayah Amerika Serikat selama lima tahun ke depan.
Berdasarkan pertukaran data terbaru pada 1 September 2020, Federasi Rusia menyatakan telah mengerahkan 1.447 hulu ledak strategis. Federasi Rusia memiliki kapasitas untuk mengerahkan lebih dari 1.550 hulu ledak pada ICBM dan SLBM yang telah dimodernisasi, serta pesawat pembom berat, tetapi dibatasi untuk melakukannya oleh New START.