Dikasih Nilai 50, Menpar: Subjektif Itu, Hasil Kerja Kami di 2025 Sangat Baik

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana

 Menteri Pariwisata (Menpar) Widyanti Putri Wardhana buka suara soal penilaian 50 dari 100 yang diberikan oleh anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo dalam rapat pada Rabu, 4 Februari 2026. Ia mengaku tak ambil pusing terkait penilaian tersebut.

“Enggak masalah, subjektif itu karena nggak semuanya menilai seperti itu," kata Widiyanti di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, dikuti Kamis, 5 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Widiyanto menilai banyak anggota DPR dalam rapat tersebut memiliki pandangan berbeda, bahkan mengapresiasi kinerjanya. Ia mengatakan nilai itu hanya diberikan oleh salah satu orang di antara banyaknya legislator.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana rapat bersama Komisi VII DPR RI

"Anggotanya cuma satu. Kemarin anggotanya kan di Komisi VII kan banyak ya. Ini subjektif ya, jadi banyak yang mengapresiasi. Mungkin satu dari semua itu memberi nilai 50. Jadi mungkin ada hal-hal yang subjektiflah," kata dia.

Di sisi lain, Widiyanti mengatakan, capaian Kementerian Pariwisata sangat baik sepanjang 2025, yang bahkan telah melampaui target. "Hasil kerja kami 2025 itu sangat baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Sudibyo memberikan nilai 50 terhadap kinerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. 

Penilaian itu disampaikan menyusul kebijakan pariwisata yang dinilai belum mampu menjadi mesin penggerak ekonomi hingga ke pelaku wisata di tingkat bawah.

“Kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” kata Yoyok dalam rapat kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata di Gedung DPR RI, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menekankan, kebijakan pariwisata ke depan seharusnya benar-benar diposisikan sebagai mesin ekonomi. Karena itu, penyerapan anggaran harus menyentuh langsung pelaku wisata di lapangan, bukan justru habis di internal kementerian.

“Penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau seminar sana-seminar sini,” tegas Yoyok.

Yoyok juga mengkritik arah kebijakan Kementerian Pariwisata yang dinilainya lebih menonjolkan penyelenggaraan acara ketimbang penguatan sektor dasar pariwisata.

“Jangan pula kementerian Ibu itu malah justru kayak sebagai EO aja. Luar biasa gemanya, cuma nggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya,” katanya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Mal Pondok Indah Jakarta

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Mal Pondok Indah Jakarta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyinggung banyaknya objek wisata daerah dan desa wisata yang bangkrut meski dibangun menggunakan uang negara.

“Ibu tahu nggak data Pemda yang punya objek wisata yang pada bangkrut? Duit negara lho itu. Ibu tahu nggak desa wisata yang dibuat oleh dana desa yang habis?” ucapnya.