Bukan Hanya Alat Kontrasepsi, Ini Fungsi Lain Kondom
Saat ini, varian kondom sudah semakin beragam, baik dari segi aroma, ketebalan, sampai tekstur.
Namun, saat variannya sudah lebih bermacam-macam, apakah kondom masih dipandang sebagai alat kontrasepsi semata atau sudah berubah menjadi alat bantu seks?
“Jadi, kondom itu bukan hanya alat perlindungan, tapi juga alat kesenangan bersama pasangan,” ungkap Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, dalam peluncuran kampanye terbaru Fiesta bertajuk “XXXploration Can Be Fun” di Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).
Kendati demikian, Vella tidak menampik bahwa sebagian besar masyara
Ditambah lagi, penggunaan kondom secara umum sebagai alat kontrasepsi pun masih tergolong rendah, berdasarkan riset yang sempat dilakukan oleh pihaknya pada tahun 2021.
“Dari data kami ke 600 pasangan, hanya dua dari 10 laki-laki yang menggunakan kondom secara rutin,” tutur dia.
Penggunaan kondom masih tergolong rendah
Vella menjelaskan, angka tersebut menunjukkan bahwa pemakaian kondom rutin di kalangan pasangan, khususnya yang sudah menikah, masih tergolong rendah di Indonesia.
Sebagian pasangan disebut lebih mengandalkan metode lain dalam perencanaan keluarga, atau bahkan tidak menggunakan pelindung sama sekali.
Menurut dia, kondisi ini berbeda dengan beberapa negara lain yang tingkat penggunaannya bisa lebih tinggi.
Perbedaan ini memperlihatkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kondom masih sangat dipengaruhi kebiasaan dan pemahaman.
“Ada yang sistem "cabut singkong", atau metode tradisional lainnya. Memang bagi mereka yang sudah menikah, penggunaan kondom sangat kecil,” ungkap Vella.
Kata dia, situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi pihaknya untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai fungsi kondom yang lebih luas.
Bukan cuma mencegah kehamilan
Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, dalam peluncuran kampanye terbaru Fiesta bertajuk ?XXXploration Can Be Fun? di Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).
Kondom bukan sekadar alat pencegah kehamilan. Fungsi kedua yang sering dilupakan oleh pasutri adalah kondom juga dapat membantu mencegah infeksi menular seksual (IMS) dan HIV.
“Dan ada fungsi ketiga yang suka dilupakan, yaitu meningkatkan kualitas hubungan, sebagai aksesori, sebagai sex tools (alat bantu seks),” ucap Vella.
Ia menyebut, perkembangan varian produk yang menghadirkan fitur tambahan, menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
Variasi rasa, aroma, tekstur, dan ketebalan, dirancang agar pasangan dapat menyesuaikan pengalaman sesuai kenyamanan masing-masing.
“Kondom itu selalu ada fiturnya, varian rasanya, ada aromanya. Jadi, kalau bersenang-senang sama pasangan, ya setok saja kondom. Jadi bisa coba varian apa hari ini, varian apa besok, dan selanjutnya. Jadi enggak habis-habis kesenangannya,” tutur Vella.
Menghadirkan pengalaman yang berbeda
Menurut dia, kondom dapat menjadi bagian dari upaya pasangan menghadirkan pengalaman berbeda dalam hubungan.
Sebab, banyak pasangan yang sebenarnya membutuhkan variasi, tetapi tidak selalu menyadari bahwa hal sederhana bisa memberi dampak pada suasana kebersamaan.
Misalnya adalah pasangan yang sudah menikah cukup lama, atau pasangan yang baru menikah, tetapi gairah dalam berhubungan intim sudah menurun karena tidak ada variasi apapun sejak malam pertama.
“‘Aksesori kecil’ ini bisa merangsang indra perasa, indra sensori. Stimulasi dari warna, aroma, rasa, bahkan tekstur, bisa memberikan perubahan,” terang Vella.
Misalnya saja kondom dengan bintil-bintil kecil untuk memberi sensasi nikmat pada istri, atau kondom dengan fitur yang dapat menahan orgasme suami agar istri lebih dulu merasa puas.
Kendati demikian, pendekatan kondom sebagai variasi kecil dalam rutinitas berhubungan intim, tidak perlu dilakukan secara frontal. Vella mengatakan, pengenalan bisa dilakukan secara perlahan.
Sebab, topik variasi dalam hubungan intim sering kali terasa sensitif. Rasa malu atau takut salah bisa membuat pasangan enggan memulai pembicaraan.
“Triknya adalah dibicarakan dengan lucu saja, dibawa fun. Misalnya, ‘sayang, kita mau coba ini enggak besok? Ini kayaknya lucu-lucu lho’. Lalu (kondom) dibuka, dipegang-pegang dulu, jadi familiar,” ujar Vella.
Ketika sudah familiar, pasutri tidak akan canggung dalam menggunakan untuk membuat hubungan intim terasa lebih menyenangkan dan penuh gairah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang