Segmen Ultra Mikro Bertumbuh, Peluang Cuan Baru bagi Pelaku Usaha

Ilustrasi bisnis ultra mikro
Ilustrasi bisnis ultra mikro

Pertumbuhan segmen ultra mikro (UMi) semakin menonjol dalam peta ekonomi nasional, seiring meningkatnya perhatian terhadap inklusi keuangan dan penguatan usaha skala sangat kecil di berbagai daerah. Di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi, sektor ini dinilai memiliki peran ganda, yakni sebagai penggerak aktivitas ekonomi akar rumput sekaligus pasar potensial bagi lembaga keuangan. 

Transformasi ekosistem ultra mikro pun diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak ekonomi sekaligus sosial secara berkelanjutan.

Hal tersebut tercermin dalam agenda Rakernas PNM 2026 yang digelar pada 2 Februari, ketika PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan fokus pada transformasi ekosistem ultra mikro sebagai bagian dari Holding UMi bersama BRI dan Pegadaian. 

Agenda tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan perusahaan sekaligus memastikan pemberdayaan terhadap kelompok masyarakat subsisten tetap berjalan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan segmen ultra mikro tidak hanya dipandang dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari sisi pendampingan dan penguatan kapasitas nasabah.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengungkapkan bahwa jangkauan layanan PNM kini hadir di 60.250 desa atau kelurahan dari total 84.000 desa atau kelurahan, dengan total layanan mencapai 22,9 juta nasabah. Para nasabah tersebut secara rutin mengikuti kegiatan pertemuan mingguan bersama Account Officer sebagai bagian dari pola pendampingan. 

Skema tersebut menempatkan interaksi langsung dan berkelanjutan sebagai salah satu elemen penting dalam model bisnis perusahaan. Seiring bertambah besarnya proporsi layanan, transformasi proses bisnis menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan untuk menyesuaikan skala operasional dengan kebutuhan nasabah yang semakin luas. 

Setiap tahunnya, dana yang disalurkan perusahaan minimal Rp1 miliar di setiap desa. Ini disebut untuk memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh keluarga prasejahtera, sehingga tidak hanya menciptakan nilai ekonomi tetapi juga sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Group CEO BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemberdayaan yang telah dilakukan. "Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia khususnya prasejahtera yang berkelanjutan,” kata Hery, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Selasa, 3 Februari 2026. 

CEO BRI Hery Gunardi

CEO BRI Hery Gunardi

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan dapat menjadi lembaga keuangan yang memberikan dampak besar dalam pemberdayaan masyarakat prasejahtera dengan dukungan digitalisasi dan peningkatan kualitas SDM. “Digitalisasi dan pertemuan kelompok mingguan perlu untuk terus didorong, dan didukung juga oleh pengembangan SDM yang berkualitas” tambahnya.

Secara keseluruhan, penguatan segmen ultra mikro memperlihatkan keterkaitan antara tujuan bisnis dan misi sosial. Perluasan jangkauan, peningkatan kapasitas pendampingan, serta pemanfaatan digitalisasi menjadi faktor yang dinilai berpotensi memperkuat ketahanan usaha kecil sekaligus memperluas basis ekonomi di tingkat desa.