Tak Dipanen Serentak, Ini Skema Panen Jagung Program Ketahanan Pangan di Tigaraksa
Pengelola ladang jagung program ketahanan pangan di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menerapkan skema panen bertahap guna menjaga kesinambungan produksi.
Pola ini juga menjadi penjelasan atas perbedaan kondisi tanaman yang memicu anggapan lahan terbengkalai.
Berdasarkan skema ini, panen tidak dilakukan serentak, melainkan disesuaikan dengan kesiapan tanaman di setiap blok lahan.
Panen jagung dilakukan blok per blok
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menyatakan panen jagung tidak dilakukan serentak.
Pengelola menyesuaikan waktu panen dengan kesiapan tanaman di setiap blok lahan.
"Panen dilakukan bertahap, blok per blok, sehingga produksi bisa berjalan berkelanjutan," kata dia, dikutip dari , Rabu (31/12/2025).
Skema ini diterapkan di ladang jagung program ketahanan pangan di Tigaraksa Kabupaten Tangerang yang ditargetkan berkembang hingga 50 hektar.
Saat ini, penanaman telah berlangsung di sekitar 35 hektar lahan.
Bantahan isu gagal panen dan lahan terbengkalai
Indra membantah anggapan bahwa ladang jagung Tigaraksa mengalami gagal panen jagung atau ditinggalkan pengelola.
Ia menyebut perbedaan pertumbuhan tanaman sebagai kondisi umum dalam budidaya pertanian.
"Tidak ada gagal panen dan tidak ada lahan terbengkalai. Penanaman dilakukan bertahap dan masih berjalan sesuai perencanaan," ujar Indra.
Menurut dia, masa tanam hingga panen jagung membutuhkan waktu sekitar empat bulan.
Karena itu, panen jagung Januari 2026 dilakukan secara bertahap mengikuti siklus tanam.
Target produksi dikejar bertahap
Direktur Utama PT MSD Corpora Internasional, Made, mengatakan target produksi jagung 7 ton per hektar tidak langsung dibebankan sejak tanam awal.
Pengelola memprioritaskan pengujian teknis.
"Untuk tanam awal ini memang belum kami targetkan hasil besar. Ini masih tahap uji coba. Kalau bisa mencapai lima ton per hektar saja, itu sudah sangat baik," kata Made.
Ia menambahkan target optimal baru dikejar setelah beberapa kali siklus tanam berjalan stabil sebagai bagian dari strategi panen bertahap jagung program ketahanan pangan nasional.
Penjelasan soal rumput liar di lahan
Sorotan publik juga muncul akibat dominasi rumput liar ladang jagung di sejumlah titik. Warga setempat bahkan memanfaatkan rumput tersebut untuk pakan ternak.
Menanggapi hal tersebut, Made menjelaskan keberadaan rumput merupakan bagian dari strategi teknis pengelolaan lahan.
"Rumput kami biarkan untuk menahan tanah agar tidak hanyut saat hujan, mengingat karakter tanah di lokasi ini mudah tergerus," jelas Made, dikutip dari , Kamis.
Pengelola dan aparat memastikan pemantauan tetap dilakukan agar ladang jagung program ketahanan pangan mendukung target ketahanan pangan nasional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang