Langkah Ana/Trias Kandas di Semifinal Thailand Masters 2026, Sempat Bangkit Tapi Tumbang di Game Penentuan
Harapan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias) untuk menembus final Thailand Masters 2026 harus pupus di babak empat besar. Perjuangan keras pasangan yang akrab disapa Ana Trias itu terhenti setelah kalah dari unggulan ketujuh asal China, Bao Li Jing dan Li Yi Jing.
Bertanding di Nimibutr Stadium, Bangkok, Sabtu 31 Januari 2026, duel berlangsung ketat dan menguras tenaga. Ana Trias dipaksa bermain hingga rubber game dalam laga berdurasi panjang yang penuh reli cepat.
Sejak game pertama, pasangan China langsung tampil menekan. Pola permainan rapi dan minim kesalahan membuat Ana Trias kesulitan mengembangkan permainan. Mereka akhirnya harus menyerah cukup telak 11-21.
Namun, wakil Indonesia tidak tinggal diam. Memasuki game kedua, Ana Trias bangkit. Serangan lebih berani dan tempo yang ditingkatkan membuat lawan mulai goyah. Hasilnya, mereka sukses merebut set kedua dengan skor 21-16 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke game penentuan.
Sayangnya, momentum tersebut tak bertahan lama. Di game ketiga, reli-reli panjang justru berujung kesalahan sendiri. Bao Li Jing dan Li Yi Jing kembali tampil disiplin hingga akhirnya memastikan kemenangan 21-15. Skor akhir 11-21, 21-16, 15 -21 menutup langkah Ana Trias di semifinal.
Seusai pertandingan, Trias mengakui lawan memang tampil lebih solid sepanjang laga.
"Hari ini kami belum bisa kasih yang terbaik, lawan hari ini bermain bagus. Tadi lawan bermain rapi dan tidak banyak mati sendiri," kata Meilysa Trias Puspitasari dalam keterangannya yang dikutip PBSI.
Ia menegaskan kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting untuk turnamen berikutnya.
"Untuk evaluasi, kami harus bermain lebih berani lagi ke depannya," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Ana. Ia menyebut mereka sebenarnya sudah mencoba tampil lebih nekat di game penentuan, namun justru terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri.
"Di game ketiga kami sudah mencoba untuk tidak bermain hati-hati dan bermain lebih nekat, namun malah mati sendiri," ungkap Ana.
Meski gagal melangkah ke final, pencapaian semifinal tetap menjadi modal positif bagi Ana dan Trias.