Panen Gelar di Thailand Masters, PBSI Klaim Regenerasi Berjalan Lancar
PBSI angkat bicara perihal kesuksesan meraih predikat juara umum di Thailand Masters 2026, Minggu (1/2/2026). Regenerasi atlet menjadi poin penting di balik prestasi mereka.
Indonesia berhasil meraih empat gelar juara plus dua runner-up di Thailand Masters 2026. Catatan ini sekaligus memastikan Indonesia keluar sebagai juara umum.
Sejumlah catatan positif turut mengiringi keberhasilan para juara asal Indonesia. Mereka sukses meraih gelar BWF World Tour level Super 300 pertama dengan latar belakang proses dan perjalanan yang berbeda-beda.
Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti langsung mengukir prestasi dengan meraih gelar juara Super 300 pertama sebagai pasangan baru.
Thailand Masters 2026 menjadi turnamen kedua bagi Tiwi/Fadia setelah melakoni debut sepekan lalu di Indonesia Masters 2026.
Sementara itu, ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menandai kebangkitan mereka dengan meraih gelar Super 300 pertama, usai sebelumnya sempat menjuarai Korea Open 2024 (Super 500).
Bagi ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Thailand Masters 2026 tidak hanya menjadi gelar Super 300 pertama, tetapi juga titel BWF World Tour pertama sepanjang perjalanan karier mereka.
Evaluasi Kabid Binpres PBSI Pasca-Thailand Masters
Di tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, menunjukkan akselerasi peningkatan prestasi signifikan. Setelah sebelumnya meraih gelar Super 100 dan medali perak SEA Games, dia kini naik kelas menjuarai turnamen level Super 300.
Selain empat gelar juara, Indonesia juga meraih dua gelar runner-up. Hasil tersebut diraih dari sektor ganda putra melalui pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).
Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, berpose bareng rekan senegara, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, usai menjuarai Thailand Masters 2026, Minggu (1/2/2026).
"Prestasi di awal 2026 ini merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025, di mana PBSI memfokuskan diri pada program regenerasi," kata Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Program Berkelanjutan Menuju Olimpiade LA 2028
Eng Hian menjelaskan, program regenerasi PBSI dijalankan untuk mencapai tujuan utama meraih prestasi tinggi di Olimpiade LA 2028.
"Harapannya, prestasi yang diraih oleh atlet-atlet muda Indonesia dapat terus meningkat secara berkelanjutan," ujar Coach Didi, sapaan akrabnya.
"Sesuai arahan Ketua Umum PBSI, tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun prestasi. Kami menginginkan hasil dari program yang telah dijalankan tahun lalu dapat dilanjutkan dengan peningkatan pencapaian prestasi."
"Khususnya pada turnamen level Super 500 ke atas sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada Mei 2027," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang