Mengapa Kucing Tidak Ada dalam Daftar Shio? Simak Legenda dan Alasannya

kucing, Shio, Mengapa Kucing Tidak Ada dalam Daftar Shio? Simak Legenda dan Alasannya, Berawal dari Sayembara Tuhan di Surga, Strategi Tikus dan Nasib Malang Si Kucing, Urutan 12 Pemenang Shio, Mengapa Ular dan Tikus Kerap Disalahpahami?

Kehadiran 12 hewan dalam sistem zodiak China atau shio selalu menarik untuk dibahas, terutama saat memasuki perayaan Tahun Baru Imlek.

Namun, satu pertanyaan klasik yang sering muncul adalah: Mengapa kucing, hewan yang begitu dekat dengan manusia, tidak termasuk dalam daftar tersebut?

Ternyata, jawaban dari misteri ini tersimpan dalam sebuah legenda kuno tentang pengkhianatan dan strategi bertahan hidup.

Berawal dari Sayembara Tuhan di Surga

Dikutip dari buku “Chinese Astrology - Temukan Shio Anda dan Simak Pengaruhnya terhadap Hidup Anda” karya Sabrina Liao (Penerbit Gramedia Pustaka Utama), sejarah shio bermula ketika Tuhan di Surga menyadari perlunya sebuah sistem untuk menandai waktu.

Untuk itu, Tuhan memutuskan membuat sebuah kalender dan meminta Dewa Bumi mengadakan lomba lari bagi para binatang.

Aturannya sederhana: dua belas binatang pertama yang berhasil menyeberangi sungai akan dijadikan lambang bintang pada kalender.

"Sungguh suatu kehormatan besar untuk menjadi salah satu bintang dalam kalender! Semua binatang membicarakannya dengan gembira," tulis Sabrina Liao dalam bukunya.

Strategi Tikus dan Nasib Malang Si Kucing

Dalam legenda tersebut, Kucing dan Tikus awalnya adalah sahabat karib.

Namun, Kucing merasa khawatir karena ia sangat takut pada air. Di sisi lain, Kerbau juga mengeluh karena penglihatannya yang tidak jelas untuk menyeberangi sungai.

Tikus yang cerdik kemudian mengusulkan ide cemerlang. Ia mengajak Kucing untuk naik ke punggung Kerbau agar bisa memandu jalan sekaligus menyeberangi sungai tanpa harus basah kuyup. Kerbau yang baik hati pun setuju.

Namun, di tengah perlombaan, sifat asli Tikus muncul.

Demi menjadi pemenang pertama, Tikus melakukan tindakan yang mengubah sejarah hubungan kedua hewan tersebut.

"Ketika mereka mencapai pertengahan sungai, Tikus yang penuh perhitungan diam-diam berdiri di belakang kucing yang tak curiga apa pun dan mendorongnya dari punggung Kerbau hingga kucing jatuh ke dalam sungai," ungkap Sabrina Liao dalam narasinya.

Tikus kemudian melompat ke garis finis dan menjadi pemenang pertama, disusul Kerbau di urutan kedua.

Sementara itu, Kucing yang malang baru sampai di garis finis saat kuota 12 besar telah habis dalam kondisi basah kuyup. Sejak saat itulah, Tikus menjadi musuh nomor satu Kucing.

Urutan 12 Pemenang Shio

kucing, Shio, Mengapa Kucing Tidak Ada dalam Daftar Shio? Simak Legenda dan Alasannya, Berawal dari Sayembara Tuhan di Surga, Strategi Tikus dan Nasib Malang Si Kucing, Urutan 12 Pemenang Shio, Mengapa Ular dan Tikus Kerap Disalahpahami?

Ilustrasi Shio Kelinci

Berdasarkan hasil perlombaan tersebut, berikut adalah urutan 12 binatang shio yang berhasil mendapatkan tempat di kalender:
  • Tikus: Cerdik dan agresif.
  • Kerbau: Pekerja keras dan serius.
  • Macan: Berani dan tangguh.
  • Kelinci: Cekatan.
  • Naga: Makhluk legendaris.
  • Ular: Menarik dan dermawan.
  • Kuda: Semangat tinggi.
  • Domba: Artistik.
  • Monyet: Lincah dan pintar.
  • Ayam: Disiplin.
  • Anjing: Setia.
  • Babi: Berhati-hati dan sabar.

Mengapa Ular dan Tikus Kerap Disalahpahami?

Sabrina Liao juga menyoroti adanya persepsi negatif masyarakat modern terhadap beberapa hewan shio, seperti Tikus dan Ular. Banyak orang merasa kecewa saat mengetahui shio mereka adalah Ular karena membayangkan hewan yang jahat dan berlendir seperti di tayangan Discovery Channel.

Padahal, dalam budaya China kuno, hewan-hewan ini dipilih karena sifat menonjol yang relevan dengan masyarakat agraris pada 2637 SM.

"Tikus itu cerdik, cerdas, dan tidak diragukan lagi tahu bagaimana menyimpan makanan. Sedangkan, Ular dalam cerita-cerita rakyat Cina digambarkan sebagai makhluk yang sangat menarik dan dermawan," tulisnya.

Tuhan kemudian menganugerahkan sifat dan karakter masing-masing binatang pemenang tersebut kepada setiap manusia yang terlahir di tahun yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang