Cara Carrick Ubah Manchester United: Latihan Lebih Singkat, Intensitas Naik
Manchester United memasuki fase transisi setelah Ruben Amorim resmi dipecat pada 5 Januari 2026 lalu.
Kemenangan atas Manchester City dan Arsenal menjadi penanda awal era Michael Carrick yang mengesankan. United saat ini menempati peringkat keempat klasemen, dengan koleksi 38 poin.
Sejak ditunjuk menggantikan Ruben Amorim sambil menunggu pelatih permanen, Carrick langsung jadi pusat pengambilan keputusan. Sejumlah perubahan dilakukan, terutama dalam pendekatan harian tim.
Pelatih Manchester United, Michael Carrick
Menurut laporan Daily Mail, Carrick memilih mempersingkat durasi latihan, tetapi meningkatkan intensitasnya. Langkah tersebut diarahkan untuk memperbaiki kesiapan fisik dan fokus pemain menjelang pertandingan, tanpa membebani mereka secara berlebihan.
Respons Skuad Positif
Perubahan metode latihan itu memunculkan suasana baru di dalam klub, dengan para pemain terlihat lebih terlibat dan responsif terhadap arahan pelatih.
Carrick juga diperkuat oleh staf yang memiliki kedekatan emosional dengan klub. Steve Holland masuk sebagai asisten, bergabung dengan Jonathan Woodgate dan Jonny Evans. Kombinasi ini dinilai memberi warna berbeda, terutama dalam hal perhatian terhadap detail dan komunikasi di lapangan.
Situasi tersebut kontras dengan pendekatan pendahulunya, Ruben Amorim. Selama masa jabatannya, Amorim memberlakukan sejumlah larangan, termasuk memperlakukan jeda internasional layaknya masa liburan, konsumsi makanan di ruang ganti pada hari pertandingan, serta instruksi taktik yang dinilai terlalu kompleks.
Belum diketahui apakah Carrick mempertahankan aturan-aturan tersebut. Namun, fakta bahwa pendekatan Amorim tak membuahkan hasil, terutama kegagalan tim beradaptasi dengan sistem 3-4-3, menjadi latar penting dari perubahan yang kini terjadi.
Manajer Manchester United, Erik Ten Hag.
Sebelum Amorim, Manchester United juga dikenal dengan disiplin ketat di era Erik ten Hag. Pada 2022, Mirror melaporkan bahwa pelatih asal Belanda itu menerapkan denda besar bagi pemain yang membocorkan informasi ruang ganti, serta sanksi tegas bagi siapa pun yang terlambat, tanpa memandang status.
Ten Hag juga melarang konsumsi alkohol selama pekan pertandingan dan mengatur pola makan pemain secara ketat. Menu tim dirombak dengan penekanan pada ikan dan sayuran, disertai pemantauan indeks massa tubuh setiap bulan untuk menjaga kondisi fisik pemain.
Namun, pendekatan disiplin tersebut tak mampu menyelamatkan posisinya. Ten Hag dipecat pada Oktober 2024 setelah awal musim yang buruk.
Kini, di bawah Carrick, Manchester United memasuki fase yang berbeda. Pendekatan yang lebih sederhana, intens, dan komunikatif mulai membentuk atmosfer baru.