Karier Kilat Timur Pradopo: Pagi Masih Irjen, Sore Komjen, Malam Calon Kapolri
Nama Jenderal (Purn) Timur Pradopo sempat menjadi sorotan publik pada 2010.
Perhatian tersebut muncul karena lonjakan kariernya yang terbilang sangat cepat dalam kurun waktu singkat.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, Timur mengalami promosi beruntun.
Timur yang semula menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya ditunjuk menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri hingga akhirnya masuk dalam bursa calon Kapolri.
Kenaikan jabatan tersebut tergolong luar biasa. Pada pagi hari, Timur masih menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua.
Sorenya, ia naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga dan pada malam hari namanya resmi mencuat sebagai calon jenderal bintang empat.
Berikut kisahnya.
Perjalanan Karier Kapolri Timur Pradopo
Sebelum memangku jabatan sebagai Kapolri, Timur ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya pada Selasa (8/6/2010).
Hal ini sesuai dengan Salinan Telegram Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri Nomor STR/443/VI/2010 tanggal 8 Juni 2010.
Pada saat itu, Timur ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Wahyono yang dipromosikan sebagai Kepala Badan Intelijen Keamanan (Intelkam).
Dilansir dari Antara, Selasa (8/6/2010), Timur sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Timur baru dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya pada (24/6/2010).
Belum genap empat bulan memimpin Polda Metro Jaya, Timur secara mendadak diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabaharkam pada Senin (4/10/2010) pagi.
Namun, ia langsung mengikuti serah terima jabatan (sertijab) pada sore hari.
Jabatan tersebut membuat pangkatnya naik satu tingkat menjadi Komjen alias jenderal bintang tiga.
Menurut Bambang, penunjukan Timur sebagai Kapolri sudah sesuai aturan dan tidak dilakukan secara mendadak.
Ia juga membantah bahwa keputusan mempromosikan Timur menjadi Kabaharkam berkaitan dengan pencalonan Kapolri.
"Kabaharkam yang lama akan pensiun tanggal 15 Oktober jadi memang perlu ada pergantian. Tentunya dengan bergeser satu pejabat ya pasti ada beberapa bagian yang ikut bergeser. Ini bagian dari proses regenerasi," katanya dikutip dari , Senin (4/10/2010).
"Tidak, tidak ada pesanan dari siapapun. Masalah Kapolri ini menjadi prerogatif Presiden," tambahnya.
SBY Usulkan Timur Pradopo Jadi Calon Kapolri
Belum sampai 24 jam menjadi Kabaharkam, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan nama Timur sebagai calon tunggal Kapolri pada Senin (4/10/2010) malam.
Nama Timur masuk bursa calon Kapolri untuk menggantikan Bambang yang memasuki masa pensiun.
Munculnya nama Timur sebagai calon Kapolri terbilang mengejutkan karena ia menyingkirkan beberapa nama yang digadang-gadang akan menjadi Tribrata-1, seperti Komjen Nana Sukarna dan Komjen Imam Sudjarwo.
Adapun penunjukan Timur sebagai calon tunggal Kapolri disampaikan SBY melalui surat yang ditujukan kepada DPR.
"Isi suratnya, memberhentikan bapak Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, karena memasuki masa pensiun pada 31 Oktober mendatang. Dan mengangkat Komjen Pol Timur Pradopo yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam)," ujar Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta, dikutip dari Tribunnews, Senin (4/10/2010).
DPR Setuju Timur Pradopo Jadi Kapolri
Timur kemudian menjalani fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan sebelum dilantik menjadi Kapolri.
Fit and proper test berlangsung di Gedung DPR, Jakarta pada Kamis (14/10/2010).
DPR akhirnya menyetujui nama Timur sebagai Kapolri dalam Rapat Paripurna pada Selasa (19/10/2010).
DPR memberikan persetujuan setelah pimpinan Komisi III Tjatur Saopto Edy melaporkan hasil tim yang dipimpinnya dan fit and proper test.
"Komisi III menyetujui untuk memberhentikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang memasuki masa pensiun dan setuju mengangkat Komjen Timur Pradopo sebagai Kapolri," ujar Tjatur dikutip dari , Selasa (19/10/2010).
Tiga hari setelahnya, Timur resmi menyandang pangkat jenderal bintang empat usai dilantik menjadi Kapolri.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat pada Jumat (22/10/2010).
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh SBY dan dihadiri sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II serta jajaran Polri.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang