Terpopuler: VAR Zalami Manchester United, Jamie Carragher Pilih 4 Pelatih MU
- 5. Jamie Carragher Pilih 4 Pelatih Paling Cocok untuk Manchester United, Tuchel Difavoritkan
- 4. Layvin Kurzawa ke Persib, Riwayat Cedera Eks PSG Ikut Disorot
- 3. Gagal Penalti di Final Piala Afrika, Brahim Diaz: Jiwaku Sakit, Sulit Bagiku untuk Pulih
- 2. Maroko Siap Gugat FIFA dan CAF Usai Final Piala Afrika Ricuh, Walk Out Senegal Dinilai Ubah Jalannya Laga
- 1. Geger! Data KMI Bongkar VAR 'Zalimi' MU, Setan Merah Paling Sial di Premier League, Chelsea Paling Diuntungkan
Dunia sepak bola tengah diguncang berbagai drama besar, mulai dari kontroversi VAR di Inggris hingga tensi tinggi di tanah Afrika. Rekapitulasi berita terpopuler kali ini menyoroti nasib sial Manchester United yang disebut sebagai tim paling dirugikan oleh VAR di Premier League musim ini, kontras dengan Chelsea yang justru banyak diuntungkan.
Sementara itu, dari panggung internasional, kegagalan penalti Brahim Diaz di final Piala Afrika berbuntut panjang hingga memicu ancaman gugatan hukum dari Federasi Maroko terhadap FIFA dan CAF.
Tak ketinggalan, bursa transfer Liga Indonesia dikejutkan dengan kabar merapatnya eks bintang PSG, Layvin Kurzawa, ke Persib Bandung, serta analisis tajam Jamie Carragher mengenai sosok pelatih ideal bagi Setan Merah.
Berikut 5 artikel terpopuler VIVA.co.id di kanal Bola sepanjang Selasa, 20 Januari 2026:
5. Jamie Carragher Pilih 4 Pelatih Paling Cocok untuk Manchester United, Tuchel Difavoritkan
Manchester United berada di persimpangan penting menjelang akhir musim. Michael Carrick memang berhasil mencatatkan kemenangan 2-0 atas Manchester City dalam derbi terakhir sebagai pelatih interim, tetapi arah jangka panjang klub tetap menjadi tanda tanya besar.
Di tengah ketidakpastian itu, Jamie Carragher menyampaikan pandangannya. Mantan bek Liverpool tersebut secara terbuka menyaring puluhan kandidat pelatih Manchester United, lalu mengerucutkannya menjadi hanya empat nama yang menurutnya benar-benar layak memimpin Setan Merah.
Carragher menyampaikan analisis tersebut dalam episode terbaru Monday Night Football di Sky Sports. Ia diberi daftar 25 nama calon manajer, yang terdiri dari pelatih internasional, pelatih bebas, hingga pelatih yang masih terikat kontrak dengan klub lain. Dari daftar panjang itu, hampir semuanya ia coret satu per satu.
Nama-nama besar seperti Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, Zinedine Zidane, hingga Jurgen Klopp langsung tersingkir.
Untuk Klopp dan Alonso, Carragher menilai afiliasi dengan Liverpool menjadi penghalang yang tidak realistis. Zidane pun dicoret karena dinilainya lebih cocok untuk Real Madrid, bukan Manchester United.
4. Layvin Kurzawa ke Persib, Riwayat Cedera Eks PSG Ikut Disorot
Kabar mendekatnya Layvin Kurzawa ke Persib Bandung tidak hanya memicu antusiasme, tetapi juga memunculkan satu perhatian utama di kalangan publik sepak bola nasional: riwayat cedera sang pemain.
Di tengah statusnya sebagai eks bintang Paris Saint-Germain, catatan kebugaran Kurzawa menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial. Nama bek asal Prancis itu belakangan santer dikaitkan dengan Persib Bandung pada jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026.
Sejumlah media Prancis, termasuk Foot Mercato dan L’Equipe, mengabarkan bahwa proses kepindahan Kurzawa ke Bandung sudah berada di tahap lanjut.
Foot Mercato menjadi media pertama yang mengungkap isu pendekatan Persib terhadap Kurzawa. Sementara itu, L’Equipe melaporkan bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut dijadwalkan bergabung dengan Persib pada akhir pekan ini. Informasi tersebut memperkuat sinyal bahwa transfer ini tinggal menunggu peresmian.
Seiring mencuatnya kabar tersebut, diskusi di platform X dan Instagram bergeser ke satu hal yang tak terpisahkan dari profil Kurzawa: riwayat cedera panjang yang pernah dialaminya selama berkarier di Eropa. Data dari Transfermarkt menunjukkan bahwa mantan pemain PSG itu beberapa kali harus menepi akibat masalah kebugaran.
3. Gagal Penalti di Final Piala Afrika, Brahim Diaz: Jiwaku Sakit, Sulit Bagiku untuk Pulih
Final Piala Afrika yang seharusnya menjadi panggung penutup kejayaan justru meninggalkan luka mendalam bagi Brahim Diaz. Bintang Timnas Maroko itu secara terbuka mengakui kondisi mentalnya terguncang setelah gagal mengeksekusi penalti krusial yang berpotensi mengubah hasil pertandingan melawan Senegal.
Momen tersebut terjadi di penghujung laga final yang berlangsung panas dan sarat kontroversi. Maroko tertinggal 0-1 dari Timnas Senegal dalam pertandingan yang diwarnai protes keras, hingga penundaan pertandingan selama 20 menit. Pemain Real Madrid tersebut dipercaya menjadi eksekutor penalti untuk Maroko pada menit-menit akhir babak kedua ketika skor masih 0-0.
Namun, alih-alih menjadi penyelamat, eksekusi Panenka yang dilakukannya justru terlalu lemah dan dengan mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy. Kesempatan emas itu pun hangus.
Situasi di lapangan semakin memanas setelahnya. Senegal sempat mencetak gol melalui Abdoulaye Seck di waktu tambahan babak kedua, tetapi gol tersebut dianulir wasit Jean-Jacques Ndala karena pelanggaran yang diperdebatkan dalam proses terjadinya gol. Keputusan itu memicu kemarahan kubu Senegal.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, tampak sangat kecewa dengan keputusan wasit yang memberi penalti tersebut. Sebelum penalti dilakukan, ia sempat meminta pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
2. Maroko Siap Gugat FIFA dan CAF Usai Final Piala Afrika Ricuh, Walk Out Senegal Dinilai Ubah Jalannya Laga
Final Piala Afrika atau Africa Cup of Nations AFCON berubah menjadi drama panjang yang memantik polemik besar. Maroko sebagai tuan rumah memastikan akan menempuh jalur hukum setelah menilai aksi walk off tim nasional Senegal di menit akhir laga final berdampak langsung terhadap hasil pertandingan.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko atau Royal Moroccan Football Federation FRMF secara resmi menyatakan akan mengajukan langkah hukum kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika CAF dan FIFA. Langkah ini diambil menyusul keputusan sebagian besar pemain Senegal meninggalkan lapangan setelah wasit menghadiahkan penalti bagi Maroko di masa injury time babak kedua.
Dalam pernyataan resminya, FRMF menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dianggap remeh. Mereka menilai situasi tersebut mengganggu ritme pertandingan dan memengaruhi kondisi mental para pemain Maroko di momen krusial.
Federasi menyebut bahwa mereka akan meminta CAF dan FIFA untuk mengkaji secara serius penarikan diri sementara tim Senegal dari lapangan, termasuk seluruh rangkaian kejadian yang menyertainya, setelah penalti yang dinilai sah oleh para pakar wasit diberikan kepada Maroko.
FRMF juga menekankan bahwa insiden tersebut memiliki dampak signifikan terhadap jalannya pertandingan secara normal serta performa para pemain.
1. Geger! Data KMI Bongkar VAR 'Zalimi' MU, Setan Merah Paling Sial di Premier League, Chelsea Paling Diuntungkan
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Premier League musim 2025/2026 memicu perdebatan panas. Memasuki tahun keenam penggunaannya, teknologi yang diharapkan membawa keadilan ini justru dinilai masih jauh dari kata sempurna.
Berdasarkan laporan terbaru dari Panel Key Match Incidents (KMI) Premier League hingga pekan ke-19, kontroversi keputusan wasit justru meningkat dibandingkan musim lalu. Tercatat ada 13 kesalahan fatal yang dilakukan VAR dalam setengah musim ini.
Manchester United Paling Dirugikan
Manchester United menjadi sorotan utama dalam laporan ini. Setan Merah tercatat sebagai tim yang paling sering menjadi ‘korban’ keputusan keliru dari bilik VAR. Tim asuhan Erik ten Hag (atau manajer saat itu) mengantongi selisih keputusan -2.
Nasib kurang beruntung ini juga dialami oleh raksasa lainnya. Manchester City dan Liverpool sama-sama masuk dalam daftar tim yang dirugikan dengan catatan selisih -1.
Di sisi lain, Chelsea muncul sebagai tim yang paling diuntungkan oleh keputusan VAR musim ini. The Blues mencatatkan selisih +3, yang berarti ada tiga keputusan krusial VAR yang keliru namun justru menguntungkan posisi mereka di lapangan.