Jamie Carragher Pilih 4 Pelatih Paling Cocok untuk Manchester United, Tuchel Difavoritkan

Pelatih Timnas Inggris,Thomas Tuchel
Pelatih Timnas Inggris,Thomas Tuchel

 Manchester United berada di persimpangan penting menjelang akhir musim. Michael Carrick memang berhasil mencatatkan kemenangan 2-0 atas Manchester City dalam derbi terakhir sebagai pelatih interim, tetapi arah jangka panjang klub tetap menjadi tanda tanya besar.

Di tengah ketidakpastian itu, Jamie Carragher menyampaikan pandangannya. Mantan bek Liverpool tersebut secara terbuka menyaring puluhan kandidat pelatih Manchester United, lalu mengerucutkannya menjadi hanya empat nama yang menurutnya benar-benar layak memimpin Setan Merah.

Carragher menyampaikan analisis tersebut dalam episode terbaru Monday Night Football di Sky Sports. Ia diberi daftar 25 nama calon manajer, yang terdiri dari pelatih internasional, pelatih bebas, hingga pelatih yang masih terikat kontrak dengan klub lain. Dari daftar panjang itu, hampir semuanya ia coret satu per satu.

Jamie Carragher

Nama-nama besar seperti Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, Zinedine Zidane, hingga Jurgen Klopp langsung tersingkir. 

Untuk Klopp dan Alonso, Carragher menilai afiliasi dengan Liverpool menjadi penghalang yang tidak realistis. Zidane pun dicoret karena dinilainya lebih cocok untuk Real Madrid, bukan Manchester United.

Carragher juga tidak tertarik dengan pendekatan pelatih yang dianggap sudah kehabisan energi. Carlo Ancelotti, menurutnya, tidak lagi memiliki dorongan dan intensitas untuk membawa United bersaing di papan atas Liga Inggris. Pandangan serupa membuat Ernesto Valverde dan Mauricio Pochettino tersingkir dari daftar.

Sejumlah nama lain gugur karena alasan taktis dan konteks liga. Lionel Scaloni dicoret karena dinilai tidak memahami dinamika Liga Inggris. Diego Simeone dipandang bertolak belakang dengan ‘DNA Manchester United’. Roberto De Zerbi pun tidak lolos karena Carragher meyakini potensi konflik dengan pemilik klub akan muncul terlalu cepat.

Dalam proses seleksi itu, Carragher akhirnya menyisakan empat nama. Dua di antaranya adalah Thomas Tuchel dan Julian Nagelsmann. Tuchel dinilai masih memiliki energi, semangat, dan karakter untuk “berjuang habis-habisan” di lingkungan yang penuh tekanan seperti Old Trafford. 

Sementara Nagelsmann dipandang sebagai pelatih dengan reputasi kuat dan masih memiliki sesuatu untuk dibuktikan di level klub.

Nama ketiga adalah Eddie Howe. Carragher menilai gaya bermain Howe paling mendekati identitas Manchester United, terutama dalam hal intensitas, keberanian menyerang, dan kemampuannya menangani tekanan, seperti yang ia tunjukkan bersama Newcastle United.

Pelatih keempat dalam daftar tersebut adalah Luis Enrique. Namun, Carragher menyadari bahwa opsi ini paling sulit diwujudkan karena Enrique saat ini menangani Paris Saint-Germain, klub juara Eropa yang menawarkan stabilitas dan ambisi besar.

Sementara itu, untuk Michael Carrick, meski sempat membawa United meraih kemenangan prestisius sebagai pelatih interim, akhirnya juga dicoret.

“Saya tidak percaya Manchester United bisa memenangkan liga dengan Michael Carrick sebagai manajer,” ujar Carragher. 

Dia menegaskan pandangannya itu bukan bentuk ketidakhormatan, melainkan penilaian jujur berdasarkan rekam jejak dan tingkat keistimewaan yang dibutuhkan untuk menjadi juara Liga Inggris.

Carragher menekankan bahwa hampir seluruh manajer yang pernah menjuarai Premier League adalah figur yang “benar-benar istimewa”. Dalam pandangannya, Carrick belum berada di level tersebut, meski ia mengakui bisa saja keliru di masa depan.