Modal 3 Laga Tanpa Kekalahan, Carrick Pimpin Manchester United hingga Akhir Musim

Michael Carrick, Modal 3 Laga Tanpa Kekalahan, Carrick Pimpin Manchester United hingga Akhir Musim, Siapa sosok yang dipercaya mengakhiri musim 2025-2026?, Mengapa Michael Carrick lebih dipilih?, Bagaimana perbandingan dengan Ole Gunnar Solskjaer?, Apa tantangan Carrick dalam waktu singkat ini?

 Manchester United akhirnya menetapkan sosok yang akan memimpin tim hingga akhir musim 2025-2026 setelah memecat Ruben Amorim pada 5 Januari lalu.

Klub berjuluk Setan Merah itu resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim, mengungguli Ole Gunnar Solskjaer yang juga sempat dipertimbangkan manajemen.

Keputusan ini kembali menegaskan dinamika kepelatihan Manchester United yang belum stabil sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013.

Dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, klub telah berganti pelatih secara reguler dengan hasil yang naik turun.

Sejak pensiunnya Ferguson, Manchester United telah menunjuk enam pelatih permanen, yakni David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim. Jika dihitung dengan pelatih caretaker atau interim, daftar itu semakin panjang dengan nama Ryan Giggs, Michael Carrick, Ralf Rangnick, Ruud van Nistelrooy, hingga Darren Fletcher.

Siapa sosok yang dipercaya mengakhiri musim 2025-2026?

Manajemen Manchester United memastikan bahwa pelatih permanen dengan nama besar baru akan didatangkan untuk musim 2026-2027.

Untuk sementara, klub memilih opsi internal yang dianggap memahami kultur dan kebutuhan tim di tengah musim yang berjalan.

Sejak akhir pekan lalu, pilihan mengerucut pada dua nama, Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer. Keduanya bukan sosok asing di Old Trafford dan memiliki sejarah kuat bersama klub, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Mengapa Michael Carrick lebih dipilih?

Michael Carrick dinilai memiliki keunggulan dari sisi kesinambungan taktik dan pendekatan modern. Mantan gelandang United periode 2006-2018 itu telah lama terlibat dalam struktur kepelatihan klub.

Setelah gantung sepatu, Carrick sempat menjadi asisten Jose Mourinho, lalu melanjutkan peran serupa di era Ole Gunnar Solskjaer. Ia juga pernah dipercaya menjadi caretaker pada akhir 2021 setelah Solskjaer didepak.

Catatan Carrick saat itu terbilang positif. Dalam tiga pertandingan yang ia pimpin antara 21 November hingga 2 Desember 2021, Manchester United tidak terkalahkan.

  • Imbang 1-1 melawan Chelsea di Liga Inggris
  • Menang 3-2 atas Arsenal di Liga Inggris
  • Menang 2-0 melawan Villarreal di Liga Champions

Rekam jejak singkat namun solid tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen.

Menurut laporan BBC, Carrick telah melakukan pembicaraan intens dengan manajemen klub. Dalam diskusi tersebut, visinya mengenai stabilitas tim, pendekatan permainan, serta pengembangan pemain membuat Chief Executive Omar Berrada dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox terkesan.

Bagaimana perbandingan dengan Ole Gunnar Solskjaer?

Ole Gunnar Solskjaer sejatinya memiliki kenangan manis bersama Manchester United sebagai pelatih. Ia pertama kali datang sebagai caretaker pada Desember 2018 menggantikan Jose Mourinho.

Berkat catatan 14 kemenangan dari 19 pertandingan, statusnya diangkat menjadi pelatih permanen pada Maret 2019 dengan kontrak tiga tahun. Di bawah Solskjaer, United sempat menunjukkan performa kompetitif.

Pada musim 2019-2020, Manchester United finis di peringkat ketiga Premier League dan mencapai semifinal Piala FA, Piala Liga Inggris, serta Liga Europa. Musim berikutnya, mereka menjadi runner-up liga dan melaju ke final Liga Europa.

Namun, performa yang menurun di awal musim 2021-2022 membuat Solskjaer akhirnya didepak, meski ia baru saja menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2024.

Apa tantangan Carrick dalam waktu singkat ini?

Sebagai pelatih interim, Carrick tidak hanya dituntut menjaga stabilitas ruang ganti, tetapi juga memastikan Manchester United tetap kompetitif di berbagai ajang. Ia diyakini akan menerapkan sistem 4-2-3-1, formasi yang sudah akrab bagi sebagian besar pemain.

Tantangan langsung sudah menanti. Laga perdana Carrick sebagai pelatih interim akan mempertemukan Manchester United dengan rival sekota, Manchester City, pada Sabtu (17/1/2026).

Pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi Carrick dalam membuktikan bahwa kepercayaan manajemen kepadanya bukan sekadar solusi sementara, melainkan langkah strategis untuk menutup musim dengan lebih stabil sambil menunggu era baru Manchester United dimulai pada musim 2026-2027.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang