Layanan SMS Telkomsel Alami Lonjakan selama Nataru
Telkomsel mengawal lonjakan lalu lintas data konektivitas yang signifikan dengan lancar selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan jika capaian ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan, agar semangat melayani sepenuh hati benar-benar dirasakan oleh pelanggan.
Berikut catatan pertumbuhan lalu lintas data Telkomsel yang signifikan:
- Lonjakan Signifikan: Lalu lintas data melonjak 12,42 persen dibandingkan rata-rata hari biasa pada 2025, atau naik 3,80 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
- Puncak Konsumsi Data: Lalu lintas data mencapai puncak keramaian pada 1 Januari 2026 (malam pergantian tahun dengan angka mencapai 69,12 petabyte).
- Aktivitas digital pelanggan didominasi oleh hiburan dan komunikasi.
Berikut rincian lonjakan lalu lintas data berdasarkan kategori layanan:
- Online Gaming: Naik 33,38 persen, puncaknya pada 25 Desember 2025.
- Pesan Instan & Video Call: Tumbuh 21,31 persen, puncaknya pada 31 Desember 2025.
- Video streaming: Meningkat 20,13 persen, puncaknya pada 28 Desember 2025.
- Media Sosial: Naik 13,87 persen, puncaknya pada 1 Januari 2026.
- E-commerce: Naik 13,15 persen, puncaknya pada 24 Desember 2025.
Secara spesifik, beberapa aplikasi dengan penyumbang lalu lintas data terbesar selama periode Nataru:
- TikTok.
- Facebook.
- YouTube.
- Instagram.
- WhatsApp dengan pertumbuhan payload tertinggi mencapai 23,54 persen.
Menariknya, meskipun layanan data mendominasi, namun, lalu lintas layanan pesan pendek atau SMS juga mengalami kenaikan sebesar 51,02 persen dibandingkan rerata hari biasa, sementara layanan suara (voice) mengalami peningkatan sebesar 1,37 persen dibanding rerata hari biasa.
Bukan itu saja. Nugroho juga memaparkan bahwa keberhasilan Telkomsel mengawal lalu lintas data selama Nataru tidak lepas dari pemanfaatan teknologi inovatif. Telkomsel mengimplementasikan AI Autonomous Network (AN) untuk memantau dan mengelola jaringan secara otomatis di 437 titik keramaian utama.
"Hasilnya terbukti efektif dimana kami berhasil mendeteksi dan menangani potensi gangguan jaringan secara otomatis dan cepat sehingga jumlah incident berkurang sebanyak 17,6 persen," klaim Nugroho, Selasa, 13 Januari 2026.
Kemudian, sejumlah wilayah mencatatkan pertumbuhan lalu lintas data yang signifikan selama Nataru dibandingkan rerata hari biasa:
- Kabupaten Bogor: 1.136 TB.
- Jakarta Selatan: 1.012 TB.
- Jakarta Timur: 881 TB.
- Kota Medan: 879 TB.
- Kabupaten Bekasi: 872 TB.
Telkomsel juga mencatat pergerakan pelanggan terbesar terjadi di tiga regional selama Nataru:
- Jawa Tengah - DIY: Lebih dari 316 ribu subscriber.
- Sumbagut (Sumatra bagian utara): Lebih dari 249 ribu subscriber.
- Jawa Barat: Lebih dari 173 ribu subscriber.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan Quality of Service (QoS) agar layanan digital Telkomsel dapat dinikmati dengan kualitas yang semakin baik oleh seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Nugroho.