Rahasia Pengereman Tikungan MotoGP: Pengaruh Slipstream

masuk tikungan, teknik pengereman, slipstream, Kepercayaan Diri, Rahasia Pengereman Tikungan MotoGP: Pengaruh Slipstream

JAKARTA, KOMPAS.com – Gaya berkendara seorang pebalap sangat memengaruhi hasil.

Salah satu faktor paling krusial adalah cara pengereman, terutama saat memasuki tikungan.

Faktor Krusial Saat Memasuki Tikungan

masuk tikungan, teknik pengereman, slipstream, Kepercayaan Diri, Rahasia Pengereman Tikungan MotoGP: Pengaruh Slipstream

Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025

Hal ini terlihat jelas pada Francesco Bagnaia di MotoGP 2025.

Pebalap asal Italia ini dikenal memiliki kebiasaan mengerem keras saat masuk tikungan, bahkan ketika motor masih dalam kondisi miring.

Teknik itu menjadi senjata andalannya saat masih menggunakan Ducati generasi sebelumnya.

masuk tikungan, teknik pengereman, slipstream, Kepercayaan Diri, Rahasia Pengereman Tikungan MotoGP: Pengaruh Slipstream

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP Italia

Namun, gaya yang sama justru berubah menjadi kelemahan ketika ia menunggangi Desmosedici GP25.

“Pengereman lurus sebenarnya sangat mirip,” kata Bagnaia dikutip dari Crash, Jumat (9/1/2026).

“Tetapi perbedaan terbesar ada saat masuk tikungan. Dulu saya punya kemampuan untuk menghentikan motor sambil tetap dalam kondisi miring, dan itu adalah sesuatu yang hilang sepanjang musim ini,” katanya.

masuk tikungan, teknik pengereman, slipstream, Kepercayaan Diri, Rahasia Pengereman Tikungan MotoGP: Pengaruh Slipstream

Pebalap MotoGP dari Tim Ducati Lenovo Marc Marquez mengemudikan sepeda motornya di depan Francesco Bagnaia pada MotoGP Italia 2025 di Sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 22 Juni 2025.

Situasi itu semakin terasa saat ia berada tepat di belakang pebalap lain.

Menurutnya, teknik pengereman khasnya tidak bisa diterapkan ketika ia harus menghadapi efek slipstream.

Slipstream dan Pengereman

Slipstream membuat pengereman lurus menjadi kurang efektif.

Dalam kondisi seperti ini, kemampuan mengerem sambil menikung justru menjadi penentu performa.

“Terutama ketika mengikuti pebalap lain. Ketika mengikuti pebalap lain, slipstream tidak membantu Anda untuk menghentikan motor,” ungkapnya.

“Ketika saya tidak bisa menghentikan motor dengan sudut kemiringan, saya habis. Jadi, itulah masalah saya,” katanya sepanjang musim 2025.

Kehilangan Kepercayaan Diri

Bagnaia pun mengakui kesulitan menemukan kembali rasa percaya diri pada bagian depan motor.

Dampaknya, performanya sepanjang musim berjalan tidak konsisten.

“Musim lalu (2024) saya masih bisa mengerem dengan sudut kemiringan yang lebih besar. Saya bisa mengontrol banyak slide dan memaksa motor lebih keras di bagian akhir untuk mengurangi kecepatan,” katanya.

“Semua hal itu pada musim 2025 biasanya tidak bisa saya lakukan,” ujar pebalap jebolan VR46 Academy ini.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang