“Bus Langsung Nabrak Pembatas”, Kesaksian Kernet Bus Cahaya Trans Saat Kecelakaan di Tol Krapyak

kecelakaan bus, bus PO Cahaya Trans, “Bus Langsung Nabrak Pembatas”, Kesaksian Kernet Bus Cahaya Trans Saat Kecelakaan di Tol Krapyak

Robi Sugianto (51), kernet bus PO Cahaya Trans, masih terbaring lemah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Adhyatma MPH (Tugurejo), Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pria asal Bumiayu, Kabupaten Brebes, itu mengalami patah tulang kaki kanan akibat kecelakaan maut di exit Tol Krapyak, Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari.

Kaki kanan Robi tampak bengkak dan dibalut perban tebal, sementara bagian kepalanya juga diperban. Meski menahan nyeri hebat, kondisi kesadarannya masih penuh.

Ia ditemani keluarga yang setia berada di samping tempat tidur, dengan wajah cemas dan penuh harap akan kesembuhannya.

Siang itu, petugas Jasa Raharja terlihat mendatangi Robi dan keluarganya untuk memastikan proses pendataan dan pendampingan korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans berjalan sesuai prosedur.

Dengan suara pelan dan terputus-putus, Robi berusaha mengingat kembali detik-detik sebelum kecelakaan bus maut yang merenggut nyawa belasan penumpang tersebut.

“Busnya tiba-tiba miring ke kanan. Saya nemenin sopir, saya kernetnya. Duduk di paling depan,” kata Robi sambil meringis kesakitan.

Menurut Robi, peristiwa itu terjadi begitu cepat hingga ia tak sempat memahami apa yang sebenarnya terjadi. Dalam hitungan detik, kondisi bus berubah drastis.

“Setelah bus miring ke kanan, langsung nabrak pembatas jalan. Saya sadar sebentar, sudah tergeletak di tengah jalan. Kaki rasanya sakit sekali,” imbuhnya.

Kesadaran Robi sempat hilang timbul. Saat ia kembali membuka mata, suasana sudah berubah dan dirinya telah berada di rumah sakit.

tiba bangun sudah di rumah sakit ini. Sekarang kaki kanan patah, tidak bisa duduk. Kepala juga sakit, masih nyeri,” ujar Robi.

16 Penumpang Meninggal Dunia

Kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans tersebut terjadi di Simpang Susun Krapyak, ruas Tol Kota Semarang, sekitar pukul 00.45 WIB.

Bus yang melaju dari Bogor menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu diduga melaju tak terkendali sebelum akhirnya menghantam pagar pembatas jalan.

Dari total korban, sebanyak 15 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan medis di RS Tugu, Kota Semarang.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus Tol Krapyak ini mencapai 16 orang.

Proses pemulasaraan dan identifikasi korban meninggal dunia masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Tengah di RSUP dr Kariadi, Semarang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan bus maut tersebut. Ia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

“Seluruh korban, baik meninggal maupun luka-luka, kami pastikan mendapatkan pelayanan yang maksimal,” kata Ribut saat meninjau Posko DVI di RSUP dr Kariadi Semarang.

Ribut menjelaskan, pengemudi bus PO Cahaya Trans merupakan sopir cadangan dan dalam kondisi selamat. Saat ini, sopir tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Sopir Cadangan Masih Baru

Robi mengungkapkan, sopir yang mengemudikan bus saat kecelakaan terjadi tergolong masih baru. Sopir tersebut baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) rute Bogor–Yogyakarta.

“Sopirnya baru dua kali PP. Tadinya kan sudah reyen empat hari, terus jalan baru dua PP ini kecelakaan,” ujar Robi.

Menurut Robi, sopir tersebut masih muda dan berasal dari Padang, Sumatera Barat. Dalam peristiwa itu, sang sopir hanya mengalami luka ringan.

“Sopirnya cuma lecet-lecet, sekarang di kantor polisi. Sopirnya masih muda, orang Padang,” kata Robi.

Ia juga menuturkan, selama perjalanan sebelum kecelakaan, dirinya tidak merasakan bus melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kalau ngebut sepertinya tidak. Sepertinya jalan biasa,” ungkapnya.

Penanganan Korban di RSUD Tugurejo

Suasana IGD RSUD dr Adhyatma MPH (Tugurejo) mendadak dipenuhi hiruk-pikuk pada Senin (22/12/2025). Tangis keluarga korban, langkah cepat tenaga medis, serta aroma obat-obatan bercampur menjadi satu saat penanganan korban kecelakaan bus Tol Krapyak berlangsung.

Sebanyak sembilan korban luka kecelakaan bus PO Cahaya Trans dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut. Mereka merupakan bagian dari total 17 korban luka dalam peristiwa nahas itu.

Plt Direktur RSUD dr Adhyatma MPH memastikan seluruh tim medis bekerja maksimal dalam memberikan penanganan darurat maupun perawatan lanjutan bagi para korban.

“Kami turut berduka cita bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Untuk korban luka, tim medis akan memberikan perawatan terbaik sesuai prosedur,” ujarnya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak, Semarang, yang menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di Jawa Tengah sepanjang 2025.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Semarang: Kernet Patah Tulang, Sopir Baru 2 Kali PP Bogor-DIY

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang