Al Nassr Masuk Daftar Hitam FIFA, Terancam Tanpa Rekrutan Baru di Januari

Penyerang Al Nassr, Cristiano Ronaldo
Penyerang Al Nassr, Cristiano Ronaldo

 Al Nassr harus menghadapi masalah serius di tengah bergulirnya paruh kedua musim. Klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo itu resmi masuk daftar larangan registrasi FIFA, sehingga tidak bisa mendaftarkan pemain baru pada bursa transfer Januari mendatang.

Sanksi tersebut tercantum dalam daftar resmi FIFA yang dirilis pada Jumat lalu, dengan status berlaku mulai 19 Desember 2025. Tidak ada batas waktu yang jelas dalam putusan tersebut, karena hukuman hanya disebut berlaku “hingga dicabut”.

Larangan ini menjadi pukulan bagi Al Nassr, mengingat kebutuhan memperkuat skuad di fase krusial musim. Dalam daftar yang sama, beberapa klub Arab Saudi lainnya juga tercatat terkena sanksi serupa, seperti Al Shabab, Damac, dan Al Riyadh.

Cristiano Ronaldo bela Al Nassr

Di luar Arab Saudi, sejumlah klub dari berbagai negara juga masuk dalam daftar larangan registrasi FIFA. Kasus paling mencolok dialami Boavista dari Portugal, yang tengah bergulat dengan persoalan finansial serius. Selain itu, nama-nama besar seperti FK Partizan Belgrade (Serbia), San Lorenzo (Argentina), dan Corinthians (Brasil) turut tercantum.

Belakangan, penyebab sanksi yang dijatuhkan kepada Al Nassr mulai terungkap. Berdasarkan unggahan salah satu akun pendukung Al Nassr di platform X, larangan tersebut berkaitan dengan kewajiban pembayaran angsuran transfer Aymeric dari Manchester City yang belum diselesaikan klub.

Disebutkan bahwa Al Nassr masih memiliki tunggakan sebesar 9 juta euro yang jatuh tempo pada 31 Agustus lalu. Keterlambatan pembayaran itulah yang kemudian memicu FIFA menjatuhkan sanksi larangan pendaftaran pemain.

Meski demikian, sanksi tersebut bersifat sementara dan dapat dicabut sewaktu-waktu jika kewajiban finansial itu dilunasi. Namun, dalam kondisi saat ini, larangan tersebut jelas merugikan Al Nassr yang akan tampil di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2).

Padatnya jadwal kompetisi membuat kebutuhan akan kedalaman skuad menjadi penting, terutama untuk mengantisipasi risiko cedera pemain. Ketidakmampuan merekrut pemain baru berpotensi membatasi ruang gerak klub dalam mengelola tim.

Masalah serupa sejatinya bukan kali pertama dialami Al Nassr. Mengutip Goal, pada Juli 2023, beberapa bulan setelah kedatangan Cristiano Ronaldo, klub asal Riyadh itu juga pernah dijatuhi larangan serupa oleh FIFA.

Sanksi tersebut berkaitan dengan pelanggaran transfer Ahmed Musa dari Leicester City pada 2018. Al Nassr saat itu merekrut Musa dengan nilai 14 juta pound sebelum melepasnya pada 2020.

FIFA kemudian memutuskan bahwa Al Nassr gagal membayar bonus performa sebesar 390 ribu pound kepada Leicester. Meski telah mendapat peringatan sejak awal 2021, kewajiban tersebut tidak segera diselesaikan hingga akhirnya berujung pada larangan registrasi pemain.

Al Nassr akhirnya menyelesaikan kasus tersebut dengan membayar sekitar 2 juta euro, yang membuat FIFA mencabut sanksi sebelum diperpanjang ke beberapa jendela transfer berikutnya.