Prakiraan Cuaca Jateng Hari Ini 18 Desember 2025, Mana Saja yang Akan Hujan Lebat?

Jateng, Prakiraan Cuaca Jateng Hari Ini 18 Desember 2025, Mana Saja yang Akan Hujan Lebat?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca untuk beberapa wilayah di Jawa Tengah (Jateng), termasuk Kota Semarang, sepanjang Kamis (18/12/2025).

Menurut BMKG, pada hari ini Kota Semarang akan hujan ringan dengan suhu berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celsius.

Sedangkan Kabupaten Semarang diprakirakan akan hujan ringan merata dengan suhu antara 21 hingga 28 derajat Celsius.

Selain itu, BMKG juga memprediksi cuaca untuk beberapa wilayah di Jawa Tengah (Jateng), seperti berikut ini:

  • Banyumas diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-29 derajat Celsius.
  • Banjarnegara diperkirakan akan hujan, dengan suhu berkisar 21-26 derajat Celsius.
  • Wonosobo diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 21-25 derajat Celsius.
  • Magelang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 21-28 derajat Celsius.
  • Boyolali diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 21-29 derajat Celsius.
  • Rembang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 24-29 derajat Celsius.
  • Jepara diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-28 derajat Celsius.
  • Pemalang diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-30 derajat Celsius.
  • Brebes diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 24-31 derajat Celsius.

Cuaca ekstrem hingga Februari 2026

BMKG memperkirakan cuaca ekstrem di Indonesia akan terjadi dari Desember hingga Februari 2026.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, sepanjang Desember 2025 sampai dengan Februari 2026 bakal menjadi puncak musim hujan di Indonesia.

Cuaca ekstrem ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti Siklon Tropis Senyar, Monsun Asia, dan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Kelvin, dan Rossby, serta daerah-daerah konvergensi.

 "Artinya, meski pusatnya itu di Sumatera bagian utara atau siklon, tetapi tetap daerah lain tetap waspada," ucap Guswanto, dikutip dari KompasTV.

"Misalkan kita melihat dan mencermati khusus daerah yang memasuki masa puncak musim hujan, termasuk sebagian Jawa, Kalimantan, kemudian Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara, semua berpotensi mengalami hujan lebat dan banjir bandang," imbuhnya.

Adapun cuaca ekstrem yang dimaksud meliputi hujan lebat, hujan es, angin kencang, sampai dengan gelombang tinggi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang