Belum Separuh Musim Super League 2025/2026, Ini Daftar Pelatih yang Kehilangan Jabatan: Terbaru dari Persebaya
- 1. Bernardo Tavares: Mengundurkan Diri dari PSM Makassar
- 2. Eduardo Almeida: Hasil Buruk Berujung Pemecatan oleh Semen Padang
- 3. Peter de Roo: Dinonaktifkan oleh Persis Solo
- 4. Alfredo Vera: Dikembalikan ke Posisi Direktur Teknik Madura United
- 5. Mario Lemos: Berpisah dengan Persijap Jepara
- 6. Edu Perez: Korban Terbaru, Dipecat Persebaya Surabaya
Belum sampai paruh musim Super League 2025/2026, sejumlah klub sudah mengambil langkah drastis dengan merombak kursi kepelatihan.
Persaingan yang ketat, tekanan suporter, serta tuntutan manajemen membuat peran pelatih menjadi salah satu posisi paling rentan.
Hingga memasuki pertengahan putaran pertama, lima pelatih telah dipecat dan satu memilih mengundurkan diri.
Fenomena ini disebut sebagai tanda ketatnya kompetisi sekaligus tingginya ekspektasi klub. Bahkan, satu pelatih yang mundur mengaku tak sanggup lagi menghadapi persoalan finansial klub yang terbebani oleh biaya kompetisi dan perjalanan tandang yang cukup besar.
Siapa Saja Pelatih yang Meninggalkan Klubnya?
1. Bernardo Tavares: Mengundurkan Diri dari PSM Makassar
PSM Makassar resmi berpisah dengan Bernardo Tavares setelah 3,5 tahun bekerja sama. Keputusan tersebut bukan akibat pemecatan, melainkan pengunduran diri yang diumumkan Tavares melalui akun Instagram pada Rabu (1/10/2025).
Ia mengunggah sejumlah foto kenangan, termasuk saat membawa PSM menjuarai BRI Liga 1.
Tavares sebenarnya masih memiliki kontrak hingga 2026, yang diperpanjang setelah membawa PSM meraih gelar pada 2023.
Namun ia memilih mundur lebih cepat karena persoalan gaji yang berulang. Hingga kini, Tavares belum memiliki klub baru.
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares memimpin PSM Makassar mengarungi Super League 2025-2026.
2. Eduardo Almeida: Hasil Buruk Berujung Pemecatan oleh Semen Padang
Semen Padang memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan Eduardo Almeida pada Rabu (8/10/2025).
Keputusan ini diambil setelah Kabau Sirah hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga, dengan lima kekalahan termasuk empat secara beruntun. Manajemen menilai tren negatif tersebut tidak bisa dibiarkan berlanjut.
3. Peter de Roo: Dinonaktifkan oleh Persis Solo
Persis Solo memilih menonaktifkan Peter de Roo setelah performa tim terus menurun. Pada laga melawan PSIM Yogyakarta, tim Laskar Sambernyawa telah ditangani caretaker Tithan Wulung Suryata pada Sabtu (8/11/2025).
Di bawah arahan De Roo, Persis hanya mampu meraih satu kemenangan. Sisanya berakhir dengan hasil imbang atau kekalahan, membuat mereka terperosok ke papan bawah.
Padahal, De Roo baru diangkat pada 1 Juli 2025 setelah hengkang dari klub Singapura, Balestier Khals.
4. Alfredo Vera: Dikembalikan ke Posisi Direktur Teknik Madura United
Madura United resmi melepas Alfredo Vera dari posisi pelatih kepala pada Minggu (9/11/2025).
Manajer Umar Wachdin menjelaskan bahwa Vera dikembalikan ke jabatan direktur teknik sesuai peran gandanya selama ini.
Dalam sembilan pertandingan, Vera hanya mampu memberikan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Evaluasi internal klub menilai performa tersebut belum memenuhi ekspektasi.
Pelatih Madura United Alfredo Vera di Liga 1 2024-2025.
5. Mario Lemos: Berpisah dengan Persijap Jepara
Persijap Jepara mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Mario Lemos pada Jumat (21/11/2025), bertepatan setelah timnya kalah dari Semen Padang. Pengumuman disampaikan melalui akun resmi klub di Instagram, yang juga menyatakan perpisahan dengan pelatih fisik Paulo Ramos.
Keputusan ini diambil secara baik-baik, namun tak lepas dari buruknya performa Persijap yang kini terjerumus ke zona degradasi.
6. Edu Perez: Korban Terbaru, Dipecat Persebaya Surabaya
Edu Perez menjadi pelatih terbaru yang terdepak setelah Persebaya hanya bermain imbang 1-1 melawan Arema FC pada Sabtu (22/11/2025).
Melalui akun resmi klub, Persebaya menyampaikan pemutusan kerja sama dan menyebut sudah mencapai kesepakatan dengan pelatih pengganti, meskipun menunggu proses legalitas.
Di bawah Perez, Persebaya meraih empat kemenangan, empat imbang, dan tiga kekalahan dari 11 laga. Performa inkonsisten membuat Bajul Ijo terdampar di peringkat delapan klasemen Super League.
Tren pemecatan pelatih yang terjadi di Super League 2025/2026 menunjukkan bahwa stabilitas kursi pelatih sangat dipengaruhi oleh tuntutan klub dan harapan suporter. Ketika hasil tak sesuai target, evaluasi cepat menjadi pilihan manajemen.
Selain itu, faktor finansial, dinamika ruang ganti, serta tekanan kompetisi yang semakin ketat membuat posisi pelatih menjadi salah satu yang paling mudah diganti.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin jumlah pelatih yang terdepak akan bertambah sebelum musim memasuki putaran kedua.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Daftar 6 Pelatih Super League yang Pergi sebelum Habis Kontrak, Terbaru Edu Perez dari Persebaya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.