Menkop Ferry Wanti-wanti Kopdes Merah Putih Harus Bersaing Sehat dengan Warung hingga UMKM
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengigatkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih harus bisa bersaing secara sehat dengan warung, UMKM, dan pasar tradisional. Sehingga, manfaat ekonomi dapat kembali kepada masyarakat.
Ferry mengatakan, Kopdes harus dapat bekerja sama dengan warung kecil dan UMKM melalui akses harga khusus hasil kerja sama koperasi dengan sejumlah BUMN.
Kerja sama tersebut memungkinkan Kopdes menjual kebutuhan pokok, seperti LPG 3 kilogram dengan harga agen dengan jumlah tabung yang semakin banyak, pupuk bersubsidi, dan minyak goreng subsidi.
“Ketika masyarakat diberi akses permodalan dan badan usaha yang adil, potensi desa dan kelurahan bisa berkompetisi sehat dengan pelaku usaha lain,” ujarnya Ferry dikutip dari keterangannya, 10 Desember 2025.
Lebih lanjut Menkop mendorong pelaku UMKM di Banyuwangi untuk membangun industri kecil yang hasil produksinya dapat dipasarkan melalui gerai sembako koperasi.
“Kita produksi sendiri, dibiayai sendiri, jual sendiri. Ini yang kita maksud dengan kedaulatan ekonomi, bukan barang impor, melainkan produk lokal,” ucap dia.
Ia menekankan agar Kopdes menyesuaikan diri dengan potensi desa masing-masing, seperti kuliner dan kerajinan, serta memastikan gerai sembako dikelola secara modern dengan toko yang terang, bersih, nyaman, dan menjual beragam produk UMKM lokal.
Nantinya, kopdes akan dikelola secara modern dengan berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, apotek, klinik, gudang, hingga lembaga keuangan mikro. Ferry memastikan akuntabilitas operasional Kopdes Merah Putih melalui integrasi dengan aplikasi Jaga Desa.
Digitalisasi ini, menurut Ferry, menjadi fondasi koperasi yang akuntabel, memungkinkan pengawasan dan mitigasi risiko berjalan lebih baik, sehingga Kopdes dapat bersaing sehat sekaligus mendukung ekonomi masyarakat desa.