Kemenag Imbau Masjid Gelar Salat Gaib untuk Korban Bencana di Sumatera

Bimas Islam, Kemenag, shalat gaib, bencana banjir dan longsor sumatera, Kemenag Imbau Masjid Gelar Salat Gaib untuk Korban Bencana di Sumatera, Masjid Didorong untuk Mengambil Peran, Penguatan Relawan, Posko Bantuan, dan Layanan Psikososial, Panduan Operasional untuk Aksi Kemanusiaan, Donasi Melalui Tim Tanggap Darurat Kemenag

Kementerian Agama mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menggelar salat gaib bagi korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Imbauan ini juga bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat solidaritas dan aksi kemanusiaan di tengah bencana.

Langkah tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad dengan melihat dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Kemenag menekankan gerakan bersama ini diperlukan agar bantuan bagi masyarakat terdampak dapat segera terkoordinasi.

Masjid Didorong untuk Mengambil Peran

Dilansir dari Kompas.tv, Abu Rokhmad, menegaskan peran masjid sangat penting dalam menggerakkan masyarakat. 

“Masjid adalah tempat masyarakat bernaung dan mencari kekuatan. Di saat seperti ini, masjid juga perlu menjadi ruang untuk saling menolong,” kata Rokhmad di Jakarta, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (7/12/2025).

Ia menyampaikan instruksi telah diberikan kepada Kanwil, Kemenag kabupaten/kota, KUA, dan Dewan Kemakmuran Masjid untuk melakukan penggalangan dana secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

“Kami ingin penyaluran bantuan dilakukan secara terukur dan mengedepankan prinsip kemaslahatan,” ujarnya.

Penguatan Relawan, Posko Bantuan, dan Layanan Psikososial

Kemenag juga mendorong takmir masjid mengaktifkan jejaring relawan, membuka posko bantuan, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta lembaga kemanusiaan.

Hal ini dilakukan agar bantuan segera menjangkau warga terdampak, mulai dari logistik pangan hingga layanan kesehatan darurat.

Selain bantuan materi, Abu Rokhmad menyoroti pentingnya pendampingan rohani bagi pengungsi.

“Bencana bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga batin. Kehadiran masjid memberi energi ketenangan,” tuturnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para takmir dan relawan yang telah bergerak cepat membantu masyarakat.

Panduan Operasional untuk Aksi Kemanusiaan

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyebut Ditjen Bimas Islam telah menyiapkan panduan operasional untuk penyelenggaraan layanan kemanusiaan di masjid.

Panduan tersebut mencakup tata kelola posko, mekanisme penerimaan donasi, dan prosedur distribusi agar akuntabel.

Arsad mendorong masjid melakukan pemetaan kebutuhan setempat sehingga bantuan yang diberikan tepat guna.

“Masjid kecil sekalipun bisa menjadi titik solidaritas,” sebutnya.

Masjid juga diminta menyediakan layanan informasi kebencanaan bekerja sama dengan BPBD dan aparat, termasuk informasi evakuasi serta potensi banjir susulan.

Donasi Melalui Tim Tanggap Darurat Kemenag

Sebagai standar penyaluran, Kemenag menetapkan mekanisme donasi melalui Tim Tanggap Darurat Biro Umum Sekretariat Jenderal.

Donasi dapat dikirimkan ke rekening 7121241697 (Bank Syariah Indonesia) atas nama TANGGAP DARURAT KEMENAG.

Kemenag mengajak jemaah, komunitas masjid, dan para dermawan memperkuat aksi kemanusiaan.

“Semoga setiap langkah kebaikan yang kita lakukan menjadi jalan kemudahan bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji,” tutur Arsad.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang