'Allah Tidak Menerima Kecuali yang Halal': BPJPH Raih 2 Penghargaan Top Digital Awards 2025
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) kembali menorehkan prestasi besar dalam penguatan layanan halal nasional berbasis teknologi. Pada ajang Top Digital Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah ITWorks, BPJPH meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu:
Top Digital Implementation 2025 (Level Bintang Lima – Sangat Baik)
Top Leader on Digital Implementation 2025 untuk Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan
Prestasi ini sejalan dengan pesan Rasulullah ﷺ tentang pentingnya kehalalan dalam kehidupan umat Islam. Beliau bersabda:
إِنَّ اللّٰهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang halal dan baik.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menjadi fondasi utama pentingnya jaminan halal yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat—misi yang kini diwujudkan BPJPH melalui lompatan besar digitalisasi.
Digitalisasi Layanan Halal Diakui Nasional
Penghargaan Top Digital Awards 2025 diberikan atas keberhasilan BPJPH menerapkan Sistem Informasi Halal (SIHALAL) yang kini diperkuat teknologi Artificial Intelligence (AI) dan blockchain. Penggunaan dua teknologi tersebut meningkatkan kecepatan, transparansi, serta ketertelusuran produk halal.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa digitalisasi bukan pilihan, melainkan amanat regulasi sekaligus arahan Presiden.
“Digitalisasi adalah amanat regulasi. Presiden menekankan pentingnya transformasi layanan pemerintah agar lebih cepat, efisien, dan berorientasi kepada kemudahan masyarakat. Komitmen itu kami terjemahkan melalui SIHALAL yang kini mampu memproses hingga 10.000 sertifikasi halal per hari,” ujar Haikal di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Transformasi Total: Dari Sistem ke Cara Kerja
Babe Haikal menegaskan bahwa digitalisasi BPJPH bukan sekadar pembaruan sistem digital, tetapi transformasi menyeluruh pada tata kelola layanan halal.
“Presiden menegaskan bahwa layanan publik harus nyata dirasakan masyarakat. Layanan halal tidak boleh lagi lambat atau sulit dipantau. Dengan digitalisasi, ketertelusuran halal dapat diakses secara real time. Ini implementasi konkret kebijakan Presiden Prabowo dalam modernisasi layanan pemerintah,” jelasnya.
Transformasi ini terbukti mempercepat proses, meningkatkan akuntabilitas, dan memudahkan pelaku usaha, terutama UMK, dalam memperoleh sertifikasi halal.
“Lonjakan pendaftaran dan jumlah produk bersertifikat halal dalam satu tahun terakhir menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” imbuhnya.
SIHALAL Beroperasi 24/7, Lebih dari 10 Juta Produk Sudah Bersertifikat Halal
Saat ini SIHALAL menjadi pusat layanan halal nasional yang bekerja tanpa henti.
“Melalui SIHALAL, BPJPH telah mensertifikasi halal lebih dari sepuluh juta produk. Sistem ini digunakan ribuan lembaga dan lebih dari seratus ribu pendamping halal. Kami pastikan sistem beroperasi andal 7×24 jam dalam seminggu,” tutur Haikal.
Ekosistem digital ini melibatkan:
- Pelaku usaha
- Pemerintah pusat & pemda
- LPH & LP3H
- Lembaga Halal luar negeri
- 100.000+ pendamping halal
Digitalisasi ini menjadikan proses jauh lebih cepat, mudah, dan transparan dibandingkan sistem manual sebelumnya.
Makna Kehalalan dalam Perspektif Syariat
Prestasi BPJPH ini menghadirkan nilai penting bagi umat Islam: kejelasan halal-haram dalam konsumsi dan transaksi. Rasulullah ﷺ bersabda:
الحَلَالُ بَيِّنٌ وَالحَرَامُ بَيِّنٌ
“Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Melalui transformasi digital yang masif, BPJPH memastikan masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan kemudahan untuk mengakses produk halal yang terjamin sesuai tuntunan syariat.
Tentang Top Digital Awards
Top Digital Awards adalah ajang penghargaan teknologi informasi terbesar di Indonesia. Penilaian diberikan kepada instansi yang sukses menerapkan teknologi digital untuk memperkuat:
- kualitas pelayanan publik,
- efisiensi birokrasi,
- dan kinerja kelembagaan.
BPJPH menjadi salah satu institusi negara yang menonjol dalam penerapan transformasi digital secara komprehensif.