Muzani Dorong Penyaluran Bantuan Banjir Dipercepat, Cegah Warga Lakukan Penjarahan

Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menyatakan pemerintah telah melakukan tindakan cepat dalam proses penyaluran bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Dia berharap, bantuan logistik tersebut dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran bagi warga terdampak banjir.

Hal itu menyusul adanya kabar sejumlah warga terdampak banjir maupun longsor yang melakukan aksi penjarahan. 

“Saya kira pemberitaan-pemberitaan seperti itu sebaiknya ditahan, dikendalikan, karena pemerintah sedang melakukan tindakan-tindakan cepat untuk segera memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita,“ kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Dia pun berharap, tindakan cepat pemerintah dalam proses penyaluran bantuan ini dapat mencegah warga melakukan penjarahan. 

“Mudah-mudahan tindakan yang cepat dari aparat pepolisian, TNI dan BNPB bisa cepat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat. Sehingga apa yang diberitakan itu bisa cepat dicegah,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial aksi warga Kota Sibolga, Sumatera Utara yang disebut melakukan aksi penjarahan di sebuah minimarket untuk mengambil makanan. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto buka suara terkait hal ini.

"Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga adanya upaya mengambil logistik," ucap Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu, 30 November 2025.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto (tengah) dalam konferensi pers terkait banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat

Suharyanto mengaku sudah mengecek hal tersebut melalui personil di lapangan. Dia mengatakan para warga tidak melakukan penjarahan, melainkan hanya mengambil makanan saja.

"Itu mereka mengambil bahan makanan, jadi tidak bersifat menjarah, atau merusak, memecahkan kaca dan sebagainya. Tapi dia menjarah bahan makanan," ucap dia.

Suharyanto menyebut aksi tersebut dilakukan karena masyarakat khawatir dengan pasokan makanan yang kian menipis.

Selain itu, warga terdampak banjir berbondong-bondong mendatangi gudang Bulog di Sibolga, Sumatera Utara. 

Mengenai hal itu, Suharyanto mengatakan, memang ada pembagian beras untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir. 

"Masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sempat untuk mengambil di gudang Bulog, beras. Kemudian, Forkopimda, Pak Kapolda, Pak Pangdam datang ke sana, mengatur," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu, 30 November 2025.

"Jadi beras di gudang Bulog itu dibagikan kepada masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah," sambungnya.

Suharyanto menegaskan, proses pembagian beras itu berlangsung secara kondusif. Tidak ada unsur kekerasan maupun paksaan dalam peristiwa tersebut.