Banjir Sumatera Utara: Ratusan BTS Terdampak, Layanan Telekomunikasi Tiga Operator Terganggu

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara menyebabkan gangguan layanan telekomunikasi dari tiga operator seluler besar di Indonesia.
Berdasarkan data Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), total 495 site BTS atau sekitar 5,15 persen dari 9.612 site di provinsi tersebut sempat mati akibat terdampak banjir Sumatera Utara.
PMT mencatat, gangguan paling banyak terjadi di kawasan pesisir barat dan Kepulauan Nias, di mana persentase site padam mencapai lebih dari 20 persen di beberapa kabupaten/kota.
Banjir Sumatera Utara juga menyebabkan akses energi dan transportasi menuju sejumlah site terputus.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta operator seluler segera melakukan perbaikan pada instalasi Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak bencana guna memulihkan layanan telekomunikasi di lapangan.
"Kami melalui website Komdigi sudah memberikan titik-titiknya, atas laporan dari operator seluler," kata Meutya dilansir ANTARA.
"Tapi kita minta operator seluler juga proaktif kepada penggunanya untuk selalu memberi tahu jika ada gangguan-gangguan. Mudah-mudahan cepat diperbaiki," lanjutnya.
Telkomsel
Telkomsel menjadi operator dengan gangguan terbesar, yakni 336 site yang terdampak banjir di berbagai kabupaten/kota. Site padam tersebar luas mulai dari Kepulauan Nias, Tapanuli, hingga Kota Medan.
Beberapa daerah seperti Gunungsitoli, Medan Polonia, dan sejumlah kecamatan di Nias mencatat persentase site padam antara 15–28 persen.
Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat mencatat 79 site terdampak atau 0,77 persen dari total 10.174 site. Gangguan terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Pandan, Manduamas, hingga kawasan perbukitan seperti Marancar dan Muara Batang Toru.
Sejumlah kecamatan bahkan mengalami padam penuh hingga 100 persen dari total site yang ada.
XL Smart
XL Smart melaporkan gangguan 80 site atau sekitar 0,19 persen dari total 8.746 site di Sumatera Utara. Site yang terdampak tersebar di lebih dari 25 kecamatan, terutama di wilayah Tapanuli dan Sibolga.
Beberapa kecamatan memiliki gangguan signifikan dengan proporsi site padam mencapai 30–60 persen.
Daftar lengkap site BTS operator seluler yang terdampak bisa dilihat di situs Komdigi melalui link berikut ini.
Upaya pemulihan masih berlangsung
PMT menyebut seluruh operator telah melakukan pemantauan alarm jaringan sejak Rabu (26/11) siang.
Tim teknis masing-masing operator diturunkan untuk menangani akses listrik, pengiriman genset portabel, serta memastikan jalur transportasi menuju site bisa kembali dibuka.
Pemulihan dilakukan bertahap sesuai kondisi wilayah. Daerah yang masih tergenang atau terisolasi menjadi tantangan utama bagi teknisi di lapangan.
“Tim operator sudah melakukan koordinasi dan pemulihan prioritas untuk menjaga layanan komunikasi masyarakat, terutama di lokasi-lokasi kritis,” demikian laporan PMT.
Berdasarkan data agregat, banjir berdampak luas pada wilayah-wilayah berikut:
- Kabupaten Tapanuli Tengah, gangguan terbesar dengan akumulasi ratusan site dari seluruh operator.
- Kepulauan Nias (Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Gunungsitoli), persentase padam tinggi, di beberapa area mencapai lebih dari 20 persen site.
- Kota Sibolga, sebagian besar site padam lebih dari 25 persen.
- Kawasan pesisir barat Sumatera Utara, terdampak akibat akses darat terputus.
Hingga Jumat (28/11/2025) pagi, sejumlah site di kota besar seperti Medan, Padang Sidempuan, dan Tapanuli Utara mulai kembali beroperasi.
PMT memastikan pemulihan jaringan dilakukan non-stop mengingat akses komunikasi menjadi kebutuhan dasar warga yang sedang terdampak bencana.
Upaya pemulihan dini dipantau oleh Kementerian Komdigi beserta Balai Monitor SFR Kelas I Medan dan Pemerintah Daerah, demi memastikan layanan telekomunikasi kembali pulih.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang