Laba Bakrie Sumatera Plantations Melojak 130 Persen, Produktivitas Sawit dan Karet Moncer

Perkebunan Sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
Perkebunan Sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

Perseroan melaporkan penjualan tumbuh 5 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,87 triliun. Komoditas sawit dan karet memberikan kontribusi paling besar terhadap peningkatan penjualan, nilai masing-masin penjualan sebesar Rp 1,750 triliun dan Rp 118 miliar.

Laba kotor meningkat webesar 28 persen menjadi Rp 576 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasi melonjak drastis sebesar 130 persen menjadi Rp 310 miliar disusul peningkatan EBITDA sebesar 68 persen menjadi Rp 430 miliar.

Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, menyampaikan perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun mencakup peremajaan menggunakan bibit unggul. Upaya ini dilakukan di tengah peningkatan harga komoditas sawit CPO (Crude Palm Oil) dunia dari level rata-rata bulanan US$1.019 per ton CIF Rotterdam di kuartal III-2024 hingga ke rata-rata bulanan US$1.212 pada kuartal sama tahun ini.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

"Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” ujar Andi, dikutip dari keterangan resmi pada Rabu, 26 November 2025.

Perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama. Perseroan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan.

Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto, menambahkan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang. Ini melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. 

"Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” ujar Bayu.

Saat ini produktivitas sawit nasional sekitar 3 ton CPO per hektar per tahun, dimana dengan bibit unggul potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting). Produktivitas bibit unggul Perseroan bisa menghasilkan 10 ton CPO per hektar per tahun dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar per tahun dan ekstraksi CPO nya 25 persen sesuai hasil lapangan bibit unggul Perseroan yang sudah disertifikasi. 

Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.

Andi menekankan, perseroan mengikuti protokol ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan. Ia menambahkan, keberlanjutan di sawit mencakup banyak aspek people & planet seperti mensejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals no-poverty, zero-waste sesuai Circular Economy dan no-deforestation reduksi emisi gas rumah kaca untuk Climate Change.