Reaktivasi KA Rangkasbitung–Labuan Diproyeksi Beroperasi 2029, Ini Penjelasan Kemenhub
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan bahwa rencana pengaktifan kembali jalur kereta api Rangkasbitung–Labuan di Banten kemungkinan dapat direalisasikan pada 2029.
Rencana tersebut bergeser karena pemerintah saat ini masih memprioritaskan program ketahanan pangan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menjelaskan bahwa fokus pemerintah pada ketahanan pangan membuat proyek ini belum dapat berjalan dalam waktu dekat.
"Kita sekarang mengikuti fokus Presiden Prabowo Subianto yaitu pada ketahanan pangan, dan belum terfokus untuk pembangunan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung–Labuan," ujarnya dikutip dari Antara.
Ia menegaskan bahwa reaktivasi tersebut tidak mungkin direalisasikan pada 2026. Namun, jika tidak ada perubahan kebijakan, pembangunan diperkirakan bisa mulai dilakukan pada 2027.
Apa Saja Persiapan yang Sudah Dilakukan?
Menurut Ferdian, PT KAI sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Banten.
Sosialisasi kepada masyarakat juga sudah dimulai untuk memastikan kelancaran proses reaktivasi.
Selain itu, pemetaan lokasi serta kebutuhan sarana dan prasarana telah dilakukan sebagai langkah awal.
"Jika reaktivasi KA Rangkasbitung–Labuan mulai dilakukan pada 2027, diperkirakan dapat beroperasi kembali pada 2029," kata Ferdian.
Reaktivasi jalur ini sebelumnya sempat terhenti pada era 1980-an, meski jalur kereta tersebut merupakan peninggalan masa kolonial Belanda.
Stasiun Warunggunung di Kabupaten Lebak, Banten akan direaktivasi seiring dengan rencana dihidupkannya kembali jalur kereta Rangkasbitung-Labuan, Senin (3/2/2025).
Mengapa Anggaran Reaktivasi Dinilai Cukup Besar?
Pengoperasian kembali jalur Rangkasbitung–Labuan diperkirakan memerlukan anggaran besar karena berbagai tantangan di lapangan.
Banyak bagian jalur kereta yang sudah beralih fungsi menjadi permukiman warga hingga bangunan sekolah. Proses pembebasan lahan dan penertiban area menjadi komponen biaya yang signifikan.
Selain itu, kondisi fisik jalur yang sudah tidak aktif selama beberapa dekade membuat perbaikan dan pembangunan ulang menjadi lebih kompleks dibandingkan sekadar pemeliharaan rutin.
Apa Kepentingan Strategis dari Reaktivasi Jalur Ini?
Reaktivasi jalur kereta tersebut memiliki fungsi vital untuk mendukung akses transportasi menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Panimbang serta kawasan wisata Pantai Carita.
Dengan meningkatnya permintaan mobilitas menuju dua kawasan strategis tersebut, transportasi massal dinilai sebagai solusi efektif.
PT KAI menilai pengaktifan kembali jalur ini akan memperkuat konektivitas di wilayah selatan Banten, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh rencana reaktivasi jalur Rangkasbitung–Labuan.
Menurutnya, keberadaan jalur kereta ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara signifikan.
Pemerintah daerah juga telah melakukan pendataan dan sosialisasi kepada warga yang tinggal di atas lahan milik PT KAI. Langkah ini penting untuk memastikan proses penertiban berjalan secara humanis dan terukur.
"Kami optimistis reaktivasi KA itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kedua wilayah itu melalui angkutan massal KA," ujar Amir.
Rencana reaktivasi ini diharapkan menjadi momentum penting bagi peningkatan infrastruktur transportasi di Banten, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang