Pegadaian Pastikan Emas Digital Punya Cadangan Fisik, Nasabah Bisa Cetak Lewat ATM Emas

Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, Emas Dibeli, Fisiknya Sudah Ada, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, ATM Emas untuk Cetak Saldo Digital, Pegadaian Punya Izin Bank Emas, Dukungan Sistem Pembayaran dan Keamanan Transaksi
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu

Minat masyarakat terhadap investasi emas digital terus meningkat seiring kemudahan transaksi melalui aplikasi. Menjawab kekhawatiran soal keamanan dan ketersediaan emas, PT Pegadaian memastikan bahwa seluruh produk investasi emas digital yang ditawarkan kepada nasabah sepenuhnya didukung oleh emas fisik.

Perusahaan menerapkan sistem rasio satu banding satu, yang berarti setiap pembelian emas digital oleh nasabah memiliki cadangan emas fisik yang disimpan di brankas (vault) Pegadaian.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menjelaskan bahwa Pegadaian bahkan menyiapkan emas fisik terlebih dahulu sebelum nasabah melakukan transaksi melalui aplikasi Tring!.

Dengan mekanisme tersebut, setiap pembelian emas digital telah memiliki jaminan ketersediaan emas secara nyata.

“Jadi ini memenuhi dua hal. Satu, dari sisi keamanan. Kedua, dari sisi konsep syariahnya. Emas (fisik) sudah ada duluan,” kata Yos Iman Jaya Dappu dalam acara PRIMA Talkshow with Tring: "Cerdas Investasi Finansial Pasti 2026" di Kantor Pusat Pegadaian, The Gade Tower, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Emas Dibeli, Fisiknya Sudah Ada

Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu

Yos mencontohkan, apabila nasabah membeli emas digital sebanyak 100 gram, Pegadaian telah lebih dulu mengamankan emas dengan jumlah yang sama.

Langkah ini juga menjadi strategi untuk menghindari risiko fluktuasi harga emas di pasar.

“Emas di Pegadaian itu satu banding satu. Teman-teman beli 100 gram, beli 200 gram, atau berapapun, di Pegadaian fisiknya ada,” kata Yos.

Ia menjelaskan bahwa emas yang disimpan Pegadaian umumnya berbentuk batangan besar, misalnya satu kilogram. Dalam satu batang tersebut terdapat porsi kepemilikan dari berbagai nasabah sesuai saldo emas digital yang mereka miliki.

Karena sistem penyimpanan tersebut, proses pencetakan emas fisik dari saldo digital membutuhkan waktu tertentu.

ATM Emas untuk Cetak Saldo Digital

Untuk memberikan kemudahan bagi nasabah, Pegadaian juga menghadirkan fasilitas ATM emas.

Melalui layanan ini, nasabah dapat mencetak emas fisik langsung dari saldo emas digital yang mereka miliki.

Saat ini, fasilitas tersebut masih tersedia secara terbatas. Namun Pegadaian berencana memperluas keberadaan ATM emas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Keberadaan mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas digital.

Selain itu, Pegadaian juga memastikan bahwa seluruh emas yang dikelola memiliki kadar 24 karat, yang merupakan standar emas investasi.

Pegadaian Punya Izin Bank Emas

Secara regulasi, Pegadaian merupakan salah satu dari dua institusi di Indonesia yang telah mendapatkan izin pemerintah untuk mengoperasikan layanan bank emas (bullion bank).

Melalui layanan tersebut, Pegadaian menghadirkan empat produk utama, yaitu: perdagangan atau jual beli emas, deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, dan layanan penitipan emas bagi korporasi.

Dengan ekosistem ini, Pegadaian tidak hanya menyediakan layanan investasi, tetapi juga pengelolaan emas secara komprehensif.

Dukungan Sistem Pembayaran dan Keamanan Transaksi

Dalam kesempatan yang sama, SEVP Marketing PT Rintis Sejahtera menyampaikan bahwa pihaknya turut mendukung ekosistem transaksi Pegadaian melalui sistem pembayaran terintegrasi yang terhubung dengan Jaringan PRIMA.

Integrasi ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dengan lebih mudah, termasuk melakukan top up tabungan emas melalui berbagai kanal perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.

Ke depan, berbagai layanan Pegadaian lainnya juga akan semakin terintegrasi secara digital, seperti Cicil Gadai, Tebus Gadai, Ulang Gadai, hingga Pembiayaan Usaha.

Untuk menjaga keamanan transaksi digital, PT Rintis Sejahtera juga menyediakan sistem deteksi kecurangan bernama PRDS (Potential Risk Detection System).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sistem ini membantu Pegadaian mendeteksi transaksi tidak wajar yang berpotensi menjadi aktivitas fraud, sehingga keamanan transaksi nasabah dapat lebih terjaga.

Dengan sistem yang aman, Financial Planner Melvin Mumpuni dalam acara tersebut juga mengatakan hal ini memberikan kepastian kepada nasabah untuk berininvestasi emas di Pegadaian. "Selain itu, emas bisa digadai tanpa harus kehilangan fisik, namun sebaiknya emas dijual saat untung, bukan saat butuh, makanya ambil investasi emas untuk jangka panjang," jelas Melvin. (ANT)