Perusahaan Ini Sejalan dengan SDGs
SDGs memiliki 17 poin di antaranya menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, pendidikan bermutu, kesetaraan gender, akses air bersih dan sanitasi, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, industri, dan inovasi.
Selain itu, untuk mengurangi ketimpangan, kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem laut, menjaga ekosistem darat, perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Parta Jasa menerapkan SDGs melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Hal ini sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di bidang ketenagakerjaan, pemberdayaan ekonomi, dan ketahanan pangan.
Ilustrasi peningkatan kompetensi UMKM.
Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah pelatihan dan sertifikasi keamanan pangan bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi 50 UMKM di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 9-11 November 2025.
Program pelatihan ini dirancang untuk membantu UMKM meningkatkan kompetensi dan standar mutu dan keamanan produk, sehingga mampu memenuhi persyaratan pasar yang semakin ketat.
Selain memperkuat kualitas produk, sertifikasi BNSP diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk masuk ke jaringan distribusi modern dan pasar regional.
General Manager Patra Cirebon Hotel and Convention I Gusti Made Juniarta menyebut pelatihan ini sebagai bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap peningkatan kapasitas UMKM.
“Program ini membantu UMKM memperoleh sertifikasi profesi sesuai standar nasional dan mendukung upaya peningkatan mutu, kebersihan, serta keberlanjutan produksi,” kata dia.
Peserta mendapatkan pelatihan komprehensif yang diawali sesi online mengenai skema sertifikasi, unit kompetensi, simulasi, dan studi kasus.
Sesi tatap muka melanjutkan dengan pengisian portofolio, verifikasi dokumen, dan konsultasi bersama asesor. Program ditutup dengan uji kompetensi BNSP meliputi observasi, wawancara, simulasi, dan verifikasi portofolio.