Bikin Geram! Ariana Grande Diserang Fans di Singapura
Ariana Grande kembali menjadi sorotan publik, namun kali ini bukan karena penampilannya atau karya terbaru yang sedang digarap. Insiden mengejutkan terjadi pada Kamis, 13 November 2025, saat sang penyanyi menghadiri pemutaran perdana film terbarunya, Wicked: For Good, di Universal Studios Singapura.
Momen yang seharusnya menjadi perayaan bagi para pemain justru berubah tegang ketika seorang penggemar tiba-tiba menyerang Grande di karpet merah. Scroll lebih lanjut yuk!
Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, Ariana Grande yang memerankan Glinda dalam film musikal yang sangat dinantikan itu, tengah berjalan di atas karpet merah bata kuning bersama Michelle Yeoh, Cynthia Erivo, dan Jeff Goldblum.
Di tengah sorakan penggemar dan kilatan kamera, seorang pria berbaju putih dan celana pendek tampak berlari cepat ke arah pelantun “Thank U, Next” tersebut.
Tanpa diduga, pria itu berbalik dan langsung mencengkeram tubuh Grande. Rambutnya yang panjang dengan garis-garis biru mencolok membuatnya mudah dikenali.
Ia merangkul Grande erat, menarik tubuh sang bintang pop mendekat, sementara Grande tampak berusaha keras melepaskan diri.
Cynthia Erivo menunjukkan refleks cepat. Aktris yang berperan sebagai Elphaba itu spontan menerjang masuk, berdiri di antara Grande dan pria tersebut, sambil tampak berteriak.
Detik berikutnya, petugas keamanan sigap mengamankan situasi dan mendorong pria itu menjauh. Grande terlihat sangat terguncang, beberapa kali menarik napas dalam-dalam sementara Erivo dan Michelle Yeoh berusaha menenangkannya.
Tak butuh waktu lama bagi publik untuk mengidentifikasi pelaku. Ia adalah Johnson Wen, sosok yang dikenal warganet sebagai “Pyjama Man,” figur viral yang kerap hadir secara tiba-tiba di ajang selebritas. Wen bahkan mengunggah rekaman versinya sendiri tentang insiden tersebut.
"Kepada Ariana Grande, terima kasih telah mengizinkanku melompat di karpet kuning bersamamu," tulisnya, melansir People, Jumat 14 November 2025.
Aksinya bukan yang pertama. Pada Juni lalu, ia sempat mengagetkan Katy Perry dengan melompat ke atas panggung, dan di bulan Agustus, ia kembali mencuri perhatian ketika muncul tanpa izin di acara The Weeknd sebelum diamankan petugas.
Kejadian ini memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar, mengingat Grande pernah mengalami trauma mendalam setelah tragedi bom Manchester pada 2017 yang menewaskan 22 orang.
Kepada British Vogue pada 2018, ia pernah mengungkapkan beratnya beban psikologis yang dialaminya.
"Ya, itu nyata. Saya kenal keluarga-keluarga itu dan penggemar saya, dan semua orang di sana juga mengalaminya dalam jumlah yang luar biasa," ujarnya.
Ia juga mengaku sulit membicarakan pengalaman tersebut tanpa meneteskan air mata. Dalam wawancara yang sama, Grande menyinggung soal kecemasan yang kerap menyerangnya:
“Saya rasa banyak orang mengalami kecemasan, terutama saat ini … Kecemasan saya adalah kecemasan. Saya selalu mengalami kecemasan," tambahnya.
Insiden di Singapura ini kembali membuka pembicaraan terkait keamanan selebritas di ruang publik. Meski situasi dapat ditangani dengan cepat, para penggemar berharap kejadian serupa tidak terulang, terlebih bagi Grande yang tengah membangun kembali rasa aman setelah pengalaman traumatis di masa lalu.