Pol Espargaro Marah Besar! Sebut Franco Morbidelli Terlalu Agresif Usai Tabrakan di MotoGP Portugal

Insiden MotoGP Portugal 2025, Pol Espargaro: Dia Masuk Terlalu Agresif, Perseteruan Lama dengan Keluarga Espargaro, Pol Espargaro Isyaratkan Tak Ingin Balapan Penuh Lagi, Masa Depan Morbidelli di VR46 Ducati Jadi Tanda Tanya
Insiden MotoGP Portugal 2025

 Insiden di tikungan kelima pada lap pertama MotoGP Portugal 2025 kembali memunculkan drama panas antar pembalap. Kali ini, Pol Espargaro melontarkan kritik tajam kepada Franco Morbidelli yang dianggap melakukan manuver terlalu berisiko hingga menyebabkan kekacauan di lintasan Portimao.

Pembalap pengganti tim Tech3 KTM itu menyebut aksi Morbidelli di lap pertama sebagai salah satu manuver paling agresif yang pernah ia lihat di musim ini. Meskipun Morbidelli sendiri yang akhirnya terjatuh dan gagal melanjutkan balapan, Espargaro menilai langkah itu tidak bisa dibenarkan karena membuat banyak rider lain nyaris celaka.

Pol Espargaro: Dia Masuk Terlalu Agresif

Pol Espargaro menggambarkan detik-detik insiden tersebut dengan nada kesal. Menurutnya, Morbidelli memaksakan diri untuk menyalip beberapa pembalap sekaligus di area yang sangat sempit dan berisiko tinggi.

“Dia masuk sangat, sangat, sangat agresif,” kata Espargaro. “Dia mencoba menyalip tiga atau empat orang sekaligus. Tikungan itu menurun dan sangat tricky, apalagi di lap pertama dengan tangki penuh. Tapi dia tetap memaksa. Akhirnya, dia sadar tidak bisa menghentikan motornya dan menabrak ke tengah-tengah kami,” sambungnya.

Espargaro menambahkan bahwa insiden tersebut menciptakan efek domino di antara pembalap lain yang harus melebar demi menghindari tabrakan.

“Kami semua beruntung tidak ada yang terluka parah. Tapi situasinya benar-benar kacau. Morbidelli terlalu optimistis saat pengereman, dan semuanya jadi berantakan,” ujarnya.

Franco Morbidelli, yang kini membela tim VR46 Ducati, tidak hadir dalam sesi media pascalomba untuk memberikan klarifikasi. Pihak tim menyebut ketidakhadirannya disebabkan oleh alasan medis dan tindakan pencegahan, meskipun pembalap asal Italia itu dilaporkan tidak mengalami cedera serius.

Absennya Morbidelli justru memperpanjang daftar kontroversi yang melibatkan dirinya di musim ini. Beberapa rekan segrup dan rival sebelumnya juga mengeluhkan gaya balap Morbidelli yang dinilai kian agresif dan tidak terkendali.

Perseteruan Lama dengan Keluarga Espargaro

Menariknya, ini bukan kali pertama nama Morbidelli bersinggungan dengan keluarga Espargaro. Pada 2024 lalu, ia sempat berseteru dengan Aleix Espargaro, kakak kandung Pol, setelah insiden sengit di GP Inggris di Sirkuit Silverstone.

Aleix, yang saat itu tampil sebagai wildcard Honda usai pensiun dari MotoGP, menjadi korban dari tabrakan yang melibatkan Morbidelli. Kini, setahun kemudian, konflik serupa justru terjadi antara Morbidelli dan sang adik.

Pol Espargaro Isyaratkan Tak Ingin Balapan Penuh Lagi

Terlepas dari insiden panas tersebut, Pol Espargaro juga berbicara soal masa depannya di MotoGP. Pembalap berusia 34 tahun itu mengaku mulai kehilangan gairah untuk kembali balapan penuh waktu karena ingin lebih fokus pada kehidupan pribadi dan keluarga.

“Saya menikmati balapan di Malaysia dan Australia, tapi di sini saya tidak terlalu menikmati. Saya rindu anak-anak saya, saya rindu hidup saya di luar lintasan,” ungkapnya.

Ia bahkan menyebut setiap kali mendengar lagu kebangsaan sebelum start, dirinya sering berpikir soal risiko besar yang mengintai setiap pembalap.

“Saya tahu ini terdengar pesimis, tapi ketika mendengar lagu kebangsaan sebelum start, saya sering berpikir ‘ini bisa jadi yang terakhir’. Dulu saya tidak pernah memikirkan hal seperti itu, tapi sekarang terasa berbeda,” ujarnya dengan jujur.

Masa Depan Morbidelli di VR46 Ducati Jadi Tanda Tanya

Dengan meningkatnya kritik dari sesama pembalap dan hasil balapan yang belum memuaskan, masa depan Morbidelli di tim VR46 Ducati mulai dipertanyakan. Manuver agresifnya yang kerap berujung insiden membuat banyak pihak menilai ia perlu mengevaluasi gaya balapnya jika ingin bertahan di grid MotoGP.

VR46 sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait komentar Pol Espargaro. Namun tekanan dari publik dan media diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, apalagi jika Morbidelli tidak segera memberikan klarifikasi.