Apa Perbedaan Kilat dan Petir? Mana yang Lebih Berbahaya?

kilat, petir, suara guruh, cuaca ekstrem, musim hujan, fenomena alam, halilintar, Kilat, bahaya petir, perbedaan petir dan kilat, Apa Perbedaan Kilat dan Petir? Mana yang Lebih Berbahaya?, Kilat dan Petir, Fenomena yang Terjadi Bersamaan tapi Tak Sama, Fakta Menarik tentang Petir, Proses Terjadinya Petir, Mana yang Lebih Berbahaya, Kilat atau Petir?

Saat musim hujan tiba, langit sering kali dihiasi oleh kilatan cahaya yang diikuti suara menggelegar. Banyak orang menyebut fenomena itu sebagai petir atau halilintar.

Namun, tahukah Anda bahwa kilat dan petir sebenarnya bukanlah hal yang sama?

Mengutip buku Mengenal Cuaca Petir, keduanya memang muncul hampir bersamaan, tetapi memiliki perbedaan dari sisi penyebab, waktu muncul, kenampakan, hingga lokasi terjadinya.

Kilat dan Petir, Fenomena yang Terjadi Bersamaan tapi Tak Sama

Kilat adalah bunga api besar yang timbul akibat adanya muatan listrik di antara awan hujan dan permukaan bumi. Proses ini terjadi karena perbedaan muatan listrik antara keduanya semakin membesar hingga udara di sekitarnya menjadi mudah ditembus arus listrik.

“Pelepasan energi listrik dari awan ke bumi inilah yang disebut dengan kilat,” tulis buku tersebut.

Sementara itu, petir merupakan pelepasan energi listrik dari bumi ke awan.

Jadi, meskipun sering muncul beriringan, arah arus listrik pada kilat dan petir berbeda. Kilat mengalir dari awan ke bumi, sedangkan petir mengalir sebaliknya, dari bumi ke awan.

Kilat Lebih Dulu, Petir Menyusul

Kilat biasanya muncul lebih dahulu dalam bentuk kilatan cahaya yang dapat terlihat meski hujan belum turun. Fenomena ini kadang terjadi saat cuaca mendung dan bahkan bisa mempercepat proses turunnya hujan.

Adapun petir muncul sesaat setelah kilat. Suara menggelegar yang kita dengar dikenal sebagai guruh, hasil dari pemuaian udara yang tiba-tiba akibat panas ekstrem dari loncatan elektron di udara.

Artinya, ketika Anda melihat kilat, suara petir biasanya akan terdengar beberapa detik kemudian. Hal ini karena cahaya kilat bergerak lebih cepat dibandingkan suara petir.

Kilat Hanya Cahaya, Petir Disertai Suara

Perbedaan lain terlihat dari kenampakannya. Kilat hanya berupa cahaya yang bisa tampak di langit atau di balik awan, sedangkan petir memiliki dua kenampakan, yakni cahaya dan suara guruh yang keras.

Oleh karena itu, ketika terdengar suara menggelegar yang menyebabkan getaran di udara, itulah pertanda bahwa petir sedang terjadi, bukan sekadar kilat.

Kilat di Langit, Petir di Dekat Permukaan Bumi

Kilat biasanya terjadi di antara awan atau di atas permukaan bumi, sehingga kadang hanya tampak sebagai pantulan cahaya di langit.

Sementara petir terjadi lebih dekat dengan permukaan bumi, bahkan dapat menyambar benda tinggi seperti menara, pohon, atau bangunan.

Itulah sebabnya, ketika ada berita tentang pohon tumbang akibat sambaran petir, bukan karena kilat, melainkan petir yang menyambar langsung dari bumi ke udara atau sebaliknya.

Fakta Menarik tentang Petir

kilat, petir, suara guruh, cuaca ekstrem, musim hujan, fenomena alam, halilintar, Kilat, bahaya petir, perbedaan petir dan kilat, Apa Perbedaan Kilat dan Petir? Mana yang Lebih Berbahaya?, Kilat dan Petir, Fenomena yang Terjadi Bersamaan tapi Tak Sama, Fakta Menarik tentang Petir, Proses Terjadinya Petir, Mana yang Lebih Berbahaya, Kilat atau Petir?

Ilustrasi petir dan awan tebal. Pola petir umumnya berbentuk zig-zag. Petir merupakan salah satu fenomena alam paling berbahaya dan ekstrem di atmosfer bumi.

Petir merupakan salah satu fenomena alam paling berbahaya dan ekstrem di atmosfer bumi.
Berdasarkan buku Mengenal Cuaca Petir, beberapa fakta ilmiah tentang petir antara lain:
  • Suhu udara di dalam petir bisa mencapai 50.000 derajat Fahrenheit, atau sekitar lima kali lebih panas dari permukaan Matahari.
  • Tanah yang tersambar petir dapat menghasilkan listrik hingga 100 juta sampai 1 miliar volt.
  • Panas yang dihasilkan dari satu sambaran petir mampu menyebabkan kebakaran atau kerusakan fisik pada benda yang disambar.

Proses Terjadinya Petir

Petir terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik antara awan dan bumi. Awan-awan yang bergerak di udara memiliki muatan listrik berbeda yakni positif dan negatif, sedangkan permukaan bumi netral.

Ketika perbedaan potensial antara awan dan bumi semakin besar, maka awan akan melepaskan muatan negatifnya ke bumi untuk menyeimbangkan energi.

Loncatan muatan listrik atau elektron inilah yang menembus udara dan menimbulkan cahaya serta suara menggelegar.

Pada saat loncatan itu terjadi, udara memuai secara tiba-tiba dan menghasilkan gelombang suara keras yang kita kenal sebagai suara petir.

Mana yang Lebih Berbahaya, Kilat atau Petir?

Secara ilmiah, petir jauh lebih berbahaya dibandingkan kilat.

Kilat hanya berupa cahaya yang dihasilkan dari pelepasan energi listrik, sementara petir adalah arus listrik nyata yang dapat menyambar permukaan bumi dan menimbulkan kerusakan fisik, bahkan korban jiwa.

Maka, saat musim hujan tiba dan kilat mulai terlihat di langit, sebaiknya hindari tempat terbuka, pohon tinggi, atau menara logam. 

Petir dapat menyambar kapan saja, terutama ketika udara lembap dan perbedaan muatan listrik meningkat tajam.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.