IHSG Anjlok di Akhir Oktober 2025, Intip 3 Saham Ini Catatkan Penguatan Dua Digit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi hingga penutupan perdagangan pada akhir Oktober 2025. IHSG anjlok 20,19 poin atau 0,25 persen menjadi 8.163,88.
Berdasarkan pantauan VIVA dari Stockbit, indeks domestik terjun ke posisi 8.144 sementara titik tertinggi yang berhasil tercapai di level 8.215. Nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 17,67 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,98 juta kali.
Faktor penutupan perdagangan di akhir bulan dan rebalancing indeks LQ45 juga mempengaruhi pergerakan IHSG. Pada pekan ini IHSG ditutup melemah 1.30%.
Sektor industri tergerus paling dalam sebesar 1,50 persen. Sektor properti merosot 1,17 persen, sektor bahan baku (basic materials) dan sektor kesehatan melemah 0,96 persen, sektor keuangan merosot 0,39 persen dan sektor energi jatuh 0,27 persen.
Layar monitor pergerakan saham dan IHSG
Di tengah koreksi IHSG, sektor infrastruktur melesat 1,13 persen. Kemudian sektor transportasi melonjak 0,57 persen, sektor siklikal melambung 0,32 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,12 persen dan sektor teknologi naik 0,07 persen.
Analis Phintraco Sekuritas menyoroti faktor penutupan perdagangan di akhir bulan dan rebalancing indeks LQ45 juga mempengaruhi pergerakan IHSG.
Secara teknikal, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke atas di area pivot. Indikator MACD masih berlanjut membentuk histogram negatif. IHSG bertahan ditutup di atas MA5 dan MA20.
"Pada pekan depan investor akan menantikan sejumlah data ekonomi domestik, seperti data manufaktur PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 dan cadangan devisa," ujar analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat, 31 Oktober 2025.
Mengacu dari Stockbit sederet saham berhasil mencatatkan hasil positif saat indeks domestik tertekan. Berikut tiga emiten saham dengan lompatan harga tertinggi di antaranya:
PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)
Saham DWGL melesat 24,86 persen atau 92 poin dan ditutup menjadi 462.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
Saham TBIG mencetak kenaikan sebesar 24,61 persen atau 470 poin menjadi 2.380.
PT Link Net Tbk (LINK)
Saham LINK menguat 24,45 persen atau 670 poin ke posisi 3.410.