Jadwal Ulang Malaysia MotoGP Justru Menguntungkan Pembalap Ini

Pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo
Pembalap Monster Yamaha, Fabio Quartararo

 Ajang MotoGP Malaysia 2025 di Sirkuit Sepang membawa kejutan tak hanya di lintasan, tetapi juga di balik jadwal pelaksanaannya.

Sebuah perubahan kecil pada susunan balapan ternyata berdampak besar bagi salah satu pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, yang sukses tampil lebih kompetitif dari biasanya.

Motor YZR-M1 dipajang saat peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP Team di Jakarta, Senin, 4 Februari 2019.

Meskipun Yamaha dikenal sedang berjuang keras dengan performa motor yang belum stabil sepanjang musim, perubahan urutan jadwal di hari balapan utama memberi keuntungan yang tak terduga bagi pembalap asal Prancis itu.

Pada akhir pekan MotoGP Malaysia, pihak penyelenggara melakukan penyesuaian jadwal mendadak karena sebuah insiden terjadi sebelum balapan kelas Moto3 dimulai. Akibatnya, balapan kelas Moto2 yang biasanya berlangsung sebelum MotoGP utama diubah menjadi setelah balapan MotoGP.

Sekilas, perubahan ini tampak sederhana. Namun dalam dunia balap profesional seperti MotoGP, urutan balapan sangat berpengaruh terhadap kondisi lintasan, terutama pada grip (daya cengkeram ban) dan temperatur aspal.

Biasanya, setelah balapan Moto2, lintasan meninggalkan banyak sisa karet ban (rubber debris) di aspal. Hal ini membuat motor-motor MotoGP kesulitan mendapatkan grip optimal pada lap-lap awal, terutama bagi tim-tim yang memiliki karakter motor sensitif terhadap perubahan kondisi lintasan, seperti Yamaha.

Dengan perubahan jadwal ini, MotoGP menjadi balapan pertama yang berlangsung di lintasan bersih tanpa sisa ban dari kelas Moto2. Inilah yang memberi efek langsung pada performa Fabio Quartararo.

Selama ini, motor Yamaha YZR-M1 dikenal memiliki kelemahan pada pemanasan ban belakang. Dibutuhkan beberapa lap untuk membuat ban mencapai suhu kerja ideal agar grip maksimal bisa didapat.

Fabio Quartararo tercepat ke-2 di uji coba Catalunya

Fabio Quartararo tercepat ke-2 di uji coba Catalunya

Namun kali ini berbeda. Karena lintasan masih “bersih” dari residu Moto2, Quartararo mengaku bisa lebih agresif sejak lap pertama. Ia bahkan mengatakan bisa langsung menekan sejak awal tanpa harus menunggu grip meningkat seperti biasanya.

"Itu adalah perlombaan yang sulit. Terutama karena saya harus bertahan banyak, terutama Joan,” kata Fabio Quartararo, dikutip VIVA dari Crash Rabu, 29 Oktober 2025.

Performa Fabio Quartararo di Sepang membuktikan efek positif dari perubahan jadwal tersebut. Pembalap berjuluk El Diablo itu berhasil finis di posisi kelima, hasil terbaiknya sejak Grand Prix Catalunya beberapa bulan lalu.

Bagi Yamaha, ini adalah pencapaian penting. Motor M1 kerap kesulitan bersaing dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam hal akselerasi dan stabilitas di tikungan cepat. Namun kali ini, Quartararo mampu bertarung di kelompok depan pada sebagian besar jalannya balapan.

Sebaliknya, rekan setimnya, Alex Rins, tidak mampu meniru hasil serupa dan hanya finis di posisi 13. Ini menunjukkan bahwa keuntungan dari kondisi lintasan tampak lebih terasa bagi Quartararo yang memiliki gaya balap lebih halus dan cepat beradaptasi dengan perubahan suhu aspal.

Walau hasil di Sepang belum cukup mengangkat Yamaha ke papan atas klasemen konstruktor, performa Fabio Quartararo di Malaysia memberi sinyal positif. Ia dan timnya mulai menemukan celah untuk mengoptimalkan potensi motor di kondisi tertentu.

Pembalap Yamaha MotoGP, Fabio Quartararo

Pembalap Yamaha MotoGP, Fabio Quartararo

"Balapannya cukup bagus. Setiap kali kami start sebelum Moto2, saya bisa agresif di lap-lap pertama, dan hari ini saya bisa memacu diri,” tambahnya.

Perubahan jadwal kecil di MotoGP Malaysia 2025 membawa dampak besar bagi Fabio Quartararo dan Yamaha. Dengan urutan balapan yang diubah, lintasan menjadi lebih bersih dan sesuai dengan karakter motor Yamaha, memungkinkan Quartararo tampil agresif sejak awal.