Penyandang Disabilitas Jangan Merasa Sendiri, White Cane Safety Day 2025 Siap Support Kamu
Di tengah hiruk pikuk kota besar, tak semua langkah bisa dilalui dengan mudah. Bagi penyandang disabilitas netra, setiap perjalanan adalah perjuangan sekaligus pembuktian bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mandiri.
Semangat inilah yang menjadi alasan lahirnya kegiatan White Cane Safety Day 2025, hasil kolaborasi antara Komite Tanggung Jawab Sosial (CSR) PERADI – Suara Advokat Indonesia (SAI) dan Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 B1.
Digelar dengan semangat kepedulian sosial dan inklusivitas, program ini ditujukan untuk memberikan dukungan nyata kepada para penyandang disabilitas netra di wilayah Jabodetabek.
Tak hanya sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat lintas profesi untuk bergandeng tangan membangun ruang sosial yang lebih ramah dan inklusif.
White Cane Safety Day 2025 akan dilaksanakan secara bertahap di lima lokasi — Jakarta Timur, Bogor Timur, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kota — dan melibatkan lebih dari 1.000 penyandang disabilitas netra serta ratusan relawan dari Lions Club dan anggota PERADI SAI. Sinergi ini menjadi bukti bahwa empati bisa tumbuh dari mana saja, termasuk dari profesi yang kerap identik dengan dunia hukum.
Kegiatan perdana digelar di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Timur, Gedung Aula C, pada Rabu 15 Oktober 2025. Acara berlangsung sejak siang hingga sore hari, dihadiri oleh relawan, komunitas disabilitas, dan perwakilan pemerintah daerah. Suasana hangat terasa sejak awal, menggambarkan bahwa dukungan moral seringkali sama pentingnya dengan bantuan material.
"Kegiatan ini adalah simbol kolaborasi lintas profesi antara advokat dan organisasi sosial,” ujar Hendra Widjaya, S.H., M.Kn., Ketua Komite CSR PERADI – Suara Advokat Indonesia (SAI), dalam keterangannya, dikutip Jumat 24 Oktober 2025.
Setiap kontribusi yang terkumpul dari kegiatan ini akan digunakan untuk mendukung pembagian tongkat putih (white cane), bantuan sosial, serta program pemberdayaan bagi komunitas disabilitas netra. Bagi Hendra, kegiatan ini adalah cara advokat menunjukkan sisi kemanusiaan profesinya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa advokat tidak hanya berperan di ruang sidang, tetapi juga di tengah masyarakat, membawa cahaya dan kesempatan bagi saudara-saudara penyandang disabilitas netra,” tambahnya.
Melalui inisiatif ini, PERADI SAI berharap kehadiran advokat dapat menjadi bagian dari solusi sosial yang berkelanjutan — bukan sekadar kepedulian sesaat.
“Semua kegiatan akan dijalankan dengan prinsip transparansi, keberlanjutan, dan solidaritas, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ungkap Hendra.