Langit Jadi Batasnya, Fabregas Puji Nico Paz Usai Como Bungkam Juventus

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas

 Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, sedang berada di atas angin usai timnya mencatat sejarah besar di Serie A. Como sukses menghancurkan Juventus 2-0 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu malam 19 Oktober 2025 kemenangan pertama mereka atas Si Nyonya Tua dalam lebih dari 70 tahun.

Dua gol kemenangan Como dicetak oleh Marc-Oliver Kempf dan bintang muda sensasional Nico Paz, yang tampil memukau di lini depan.

Meski tidak berada di pinggir lapangan karena hukuman skors, Fabregas tetap memantau laga dan memberikan apresiasi besar kepada para pemainnya.

“Morata melakukan semua yang saya minta. Striker memang biasa dinilai dari gol, tapi saya tidak melihatnya begitu. Dia belum mencetak gol untuk dirinya sendiri, tapi untuk saya, dia sudah menunjukkan alasan mengapa kami membawanya ke Como,” ujar Fabregas kepada DAZN usai laga.

Fabregas juga menjelaskan alasan absennya Assane Diao, yang sebelumnya disebut bakal comeback setelah cedera panjang.

“Diao belum berlatih penuh dengan tim. Dia absen enam hingga tujuh bulan. Kemenangan tanpa dia luar biasa untuk tim, tapi kami akan membawanya kembali secara bertahap. Mulai Selasa dia akan kembali berlatih bersama grup,” kata mantan gelandang Barcelona itu.

Sementara untuk Nico Paz, yang menjadi bintang kemenangan atas Juventus lewat gol indahnya, Fabregas tak ragu menyebut sang pemain muda sebagai calon bintang besar masa depan.

“Nico adalah seorang juara. Saya tenang dengan perkembangannya. Jika dia terus bermain dengan rasa lapar dan kerendahan hati seperti ini, langit adalah batasnya. Dia punya segalanya bakat dan kekuatan fisik,” puji Fabregas.

Kemenangan atas Juventus ini tak hanya memperpanjang tren positif Como, tapi juga memperkuat posisi tim asuhan Fabregas sebagai salah satu kejutan terbesar di Serie A musim ini.