Said PDIP: KPI Penting Untuk Mengukur Kinerja Menteri

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah

 Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah menilai Key Performance Indikator (KPI) merupakan hal penting untuk mengukur kinerja para menteri Kabinet Merah Putih. 

"Organisasi teknis itu sebenarnya bisa menyusun Key Perfomance Indikator (KPI) untuk menilai seorang menteri perfomance kinerjanya atau tidak," kata Said dalam keterangannya, Minggu, 19 Oktober 2024.

Ia menambahkan bahwa Prabowo selaku kepala negara memiliki hak prerogatif untuk mengevaluasi kinerja para menteri, serta melakukan penggantian berdasarkan kepentingan strategis.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa Prabowo memiliki beberapa organisasi teknis yang membantu melihat kinerja menteri.

"Presiden memiliki Kantor Staf Presiden, memiliki Sekretariat Kabinet, bahkan beberapa staf khusus sesuai bidangnya masing masing," ujar Said.

Dengan adanya KPI, Said menilai kinerja menteri dapat terukur dengan baik sesuai target hingga anggaran tepat sasaran. Ia pun mencontohkan KPI bisa disepakati akan menyampaikan progres kinerja menteri setiap enam bulan.

Di sisi lain, menurutnya peran KPI diperlukan agar menteri tak merasa dievaluasi hanya secara sepihak. Pada saat bersamaan, presiden juga memiliki pengukuran konkret terkait penilaian kinerja para menteri.

"Jadi ukuran evaluasinya jelas, tidak subyektif, sehingga yang mengevaluasi dan yang dievaluasi sama-sama memiliki pegangan yang jelas. Jadi kalau ada menteri dievaluasi karena kinerjanya, maka sang menteri tidak akan merasa dievaluasi secara sepihak," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto mengultimatum para menteri dan jajarannya di Kabinet Merah Putih untuk bekerja dengan benar. Prabowo mengaku tak segan untuk mengganti atau me-reshuffle jika mereka nakal.

Hal itu disampaikan Prabowo menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru di Universitas Kebangsaan RI (UKRI), Bandung, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Awalnya, Prabowo mengatakan menteri-menterinya merupakan sosok yang hebat. Namun, jika ada yang nakal, maka dia tak segan memberikan peringatan.

"Karena anak buah saya hebat-hebat. Ya kalau ada satu dua nakal, saya peringati ya kan?" kata Prabowo.

Peringatan itu kata Prabowo akan diberikan sebanyak tiga kali. Jika sudah tiga kali diperingati namun tetap nakal, maka Prabowo akan me-reshuffle menteri tersebut.

"Satu kali peringatan masih nakal, masih nggak mau dengar, dua kali peringatan. Tiga kali, apa boleh buat, reshuffle. Harus diganti karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan. Yang kasihan rakyat Indonesia," ucap dia.

Prabowo dalam kesempatan itu pun mengaku tak masalah jika dibenci, asalkan rasa benci itu tidak datang dari rakyat. 

Eks Menteri Pertahanan ini bahkan tak ingin ambil pusing jika ada pihak-pihak yang membencinya, termasuk para koruptor. 

"Saya nggak apa-apa dibenci asal rakyat saya tidak benci saya. Kalau saya dibenci oleh maling-maling koruptor, manipulator, penipu-penipu yang serakah, nggak apa-apa, nggak ada urusan," ungkap Prabowo.