Rencana Menikah Pupus, Dea Peluk Foto Kekasihnya Kopda Amin yang Gugur di Papua Barat

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Kopda (Anumerta) Amin Nurohman, prajurit TNI AD asal Kebumen, Jawa Tengah, yang gugur saat bertugas di Papua Barat.
Dea, kekasih Amin, tak kuasa menahan tangis ketika melihat jasad sang kekasih dimasukkan ke liang lahat di Pemakaman Wangsakara, Desa Banjurpasar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Selasa (14/10/2025).
Dengan air mata yang terus menetes, Dea memeluk erat figura foto Amin sembari menabur bunga di atas makamnya.
“(Berencana menikah) Setelah pulang Satgas,” kata Dea dengan suara tersedu, mengenang rencana pernikahan mereka yang tak sempat terwujud.
Gugur dalam Kontak Senjata dengan OPM di Papua Barat
Kopda (Anumerta) Amin Nurohman sebelumnya berpangkat Prajurit Kepala (Praka) dan bertugas dalam Satgas Yonif 410/Alugoro.
Ia gugur saat terjadi kontak senjata dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Sabtu (11/10/2025).
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letkol Inf J. Daniel P. Manalu, menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIT ketika personel Satgas sedang berinteraksi dengan warga di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara.
“Benar telah terjadi penyerangan dan penembakan oleh kelompok TNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss,” ujar Daniel di Manokwari, Minggu (12/10/2025).
Dalam serangan mendadak itu, kelompok bersenjata merampas senjata milik almarhum. Amin yang bertugas sebagai penembak DMR (Designated Marksman Rifle) tertembak dan gugur di tempat.
DMR merupakan senapan semi-otomatis berakurasi tinggi yang digunakan untuk mendukung pasukan infanteri dalam pertempuran jarak menengah.
Pasca-penyerangan, Kodam XVIII/Kasuari segera mengirimkan pasukan tambahan guna mengamankan lokasi serta mengevakuasi jenazah korban.
“Kami berkomitmen untuk menangkap dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Daniel.
Kisah Cinta yang Tak Sempat Terwujud
Dea, wanita asal Jawa Tengah, telah menjalin hubungan dengan Amin selama 4,5 tahun. Ia terakhir kali berkomunikasi dengan Amin pada Jumat (10/10/2025), sehari sebelum peristiwa tragis itu.
“Hari Sabtu (11/10/2025), Mas (Amin) sudah tidak ada kabar,” ungkap Dea.
Menurut Dea, sebelum kejadian, ada hal yang terasa berbeda dari sikap kekasihnya itu. Amin sempat memintanya mengirimkan sejumlah barang ke Papua, termasuk rokok dan gading gajah.
“Mas minta barang banyak banget buat dikirim ke sana, tapi belum jadi,” tuturnya lirih.
Dea mengenang sosok Amin sebagai pria yang baik, ramah, dan senang bersosialisasi. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga.
Pemakaman Militer Penuh Haru di Kebumen
Jenazah Kopda (Anumerta) Amin diterbangkan dari Manokwari ke Bandara Internasional Yogyakarta, dan tiba di rumah duka pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.
Ratusan pelayat, termasuk warga sekitar, rekan sejawat, dan jajaran TNI AD, hadir mengiringi prosesi pemakaman di Kebumen.
Upacara militer tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
“Upacara ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa dan pengorbanan almarhum bagi bangsa dan negara,” kata Bambang seusai pemakaman.
Suara tembakan salvo mengiringi prosesi tabur bunga. Tangis pecah di antara keluarga, bahkan salah satu anggota keluarga dilaporkan sempat pingsan karena tidak kuasa menahan duka.
Dinaikkan Pangkat Secara Anumerta
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan keberaniannya, TNI AD memberikan kenaikan pangkat anumerta kepada almarhum Amin Nurohman, dari Praka menjadi Kopda (Anumerta).
Brigjen Bambang Sujarwo menyebut almarhum sebagai prajurit yang jujur, loyal, disiplin, dan profesional. “Beliau gugur saat menjalankan tugas negara di Papua. Itu adalah bentuk pengorbanan tertinggi seorang prajurit,” ujarnya.
Amin diketahui telah tiga kali bertugas di Papua, yakni pada tahun 2021, 2022, dan terakhir sejak dua bulan lalu sebelum gugur dalam tugas.
Hingga kini, TNI masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata OPM yang menyerang Satgas Yonif 410/Alugoro di Teluk Bintuni. Kodam XVIII/Kasuari memastikan kondisi di wilayah tersebut tetap aman dan terkendali.
TNI menegaskan, serangan terhadap prajurit akan dibalas dengan langkah hukum tegas sesuai aturan negara.
Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Sosok Praka Amin Nurohman, Prajurit Asal Kebumen Yang Tewas Ditembak dan Senjata Dirampas OPM
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.