Ibas Yudhoyono Tegaskan Pendidikan Berkarakter Dapat Lahirkan Generasi Unggul
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa akhlak merupakan fondasi yang tak tergantikan bagi setiap individu dan bangsa.
Hal tersebut diungkap Ibas memberikan kuliah umum inspiratif di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada 16 Oktober 2025.
"Setinggi apa pun pendidikan, kekayaan dan jabatan kita, tanpa akhlak, semuanya akan hancur. Akhlak itu karakter. Meskipun tidak diawasi, meskipun tidak dimonitor, nilai-nilai itu harus menjadi bagian dari diri kita masing-masing,” kata Ibas dalam keterangannya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Ibas menekankan bahwa pendidikan yang berkarakter adalah kunci melahirkan generasi unggul, baik secara intelektual, moral, maupun spiritual. Ia mengingatkan bahwa proses belajar adalah perjalanan seumur hidup.
"Hidup itu seperti universitas yang abadi. Kita boleh lulus empat tahun dari sekarang, tapi jangan pernah berhenti belajar. Belajarlah di mana pun, kapan pun, agar kalian terus maju dan bermanfaat,” kata dia.
Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII ini melanjutkan dengan menyoroti pentingnya perpaduan antara idealisme dan pragmatisme dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, kemajuan tanpa didasari akhlak hanya akan berujung pada konflik, disorientasi nilai, dan kekosongan peradaban.
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)
“Bangsa boleh maju, tapi kita ingin beradab. Kita harus menjadi orang-orang yang memiliki jiwa damai, jiwa santun, jiwa cerdas, dan jiwa yang baik. Akhlak adalah fondasi dari peradaban bangsa,” tegas Ibas.
Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai tantangan global dan kemajuan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Menurut Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN ini, teknologi harus direspons dengan pemanfaatan ilmu untuk kebaikan.
Ia juga turut menyoroti perhatian terhadap gizi dan pendidikan anak-anak Indonesia sebagai bentuk investasi jangka panjang bangsa.
Ibas menyerukan agar generasi muda diberi kesempatan yang adil untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak, demi menciptakan masa depan bangsa yang kuat dan mandiri.
“Kita ingin anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang adil, tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak. Itulah investasi sejati bangsa,” tambahnya.