Media Inggris Soroti Pemecatan Patrick Kluivert, Sebut Cuma Sukses sebagai Pemain
Patrick Kluivert resmi dipecat sebagai pelatih timnas Indonesia, Kamis (16/10).
Legenda Barcelona, Ajax Amsterdam, dan timnas Belanda itu baru mengambil alih posisi sebagai pelatih timnas Indonesia pada Januari 2025 lalu. Ia juga menandatangani kontrak berdurasi dua tahun.
Tugasnya adalah membawa Indonesia ke Piala Dunia pertamanya sejak merdeka dari Belanda pada 1945 silam.
Skuad Merah Putih berhasil mencapai babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk pertama kalinya.
Namun, kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pekan lalu telah memupus harapan untuk mengamankan tiket ke turnamen yang diikuti 48 tim tersebut.
Media Inggris Soroti Pemecatan Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia
Kabar ini pun mencuri perhatian media Inggris, The Sun, yang mengulas soal pemecatan Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia. Mereka menulis artikel dengan judul "Patrick Kluivert SACKED by Indonesia after just nine months following ‘devastating’ defeat to Iraq."
Pada artikel tersebut, The Sun membahas soal statistik Kluivert yang terbilang tidak cukup bagus. Selama menjadi pemain, Kluivert terbilang sukses. Sayangnya, statistik Kluivert sebagai pelatih belum bisa dikatakan apik.
Kluivert sendiri menggantikan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), yang sebelumnya dipecat secara kontroversial, meskipun telah membangun timnas Indoensia dan membawa mereka ke kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, Kluivert yang menggantikan posisinya, hanya berhasil memenangkan tiga dari delapan pertandingan di bangku cadangan dengan empat kekalahan dan satu hasil imbang.
Keempat kekalahan tersebut termasuk 5-1 dari Australia serta kekalahan telak 6-0 di Jepang.
Patrick Kluivert Cuma Sukses sebagai Pemain
Sebelumnya, pengalaman Kluivert sebagai pelatih kepala datang bersama Curacao pada musim 2015/2016. Ia memenangkan enam dari 12 pertandingan, kemudian sempat menjabat sebagai pelatih Adana Demirspor di Turkiye.
Pesepakbola berprestasi ini memenangkan dua gelar Eredivisie dan Liga Champions bersama klub masa kecilnya, Ajax Amsterdam.
Kemudian, ia bermain untuk AC Milan, Barcelona, Newcastle, Valencia, PSV, dan Lille, dengan menambahkan satu gelar LaLiga dan satu gelar Eredivisie lagi.
"Namun, satu-satunya kesuksesan yang patut dicatat sejak pensiun pada 2008 adalah menjadi asisten manajer Louis van Gaal, ketika timnas Belanda finis ketiga di Piala Dunia 2014," tulis The Sun. (sof)