DPR Anggap Wajar MBG Ada Masalah: Ini Hajatan Dilakukan Tiap Hari

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juni 2025
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juni 2025

 Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai hal yang wajar jika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak permasalahan yang muncul. Sebab, menurutnya program tersebut dilaksanakan dalam skala sangat besar serta dijalankan setiap hari di seluruh Indonesia.

Ia menilai, program MBG layak disebut sebagai “hajatan nasional” yang tentu tidak luput dari kendala teknis di lapangan. Namun demikian, DPR tetap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Aliansi Mahasiswa Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Oktober 2025.

“Tidak mungkin pemerintah tidak menginginkan perbaikan. Semua program pasti ada masalahnya. Kita bikin hajatan saja bisa ada masalah, misalnya sendok hilang atau makanan tidak cukup untuk tamu, apalagi ini hajatan nasional yang dilakukan setiap hari,” kata Habiburokhman.

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku belum pernah menemui masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil) yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Malahan, kata dia, mayoritas warga di Dapilnya sangat mendukung program MBG tersebut.

“Banyak rakyat yang ingin program ini terus dilanjutkan. Saya belum pernah bertemu orang yang menolak MBG,” katanya.

Ia pun mencontohkan bahwa banyak negara lain telah membuktikan keberhasilan program MBG dalam meningkatkan gizi anak-anak. Maka itu, ia menekankan pentingnya memperbaiki kelemahan teknis tanpa menghentikan pelaksanaan program.

“Kalau mau nikah saja repot mengurus resepsi, itu baru sekali seumur hidup. Apalagi ini hajatan yang dilakukan setiap hari. Jadi wajar kalau ada hal-hal yang belum sempurna,” pungkasnya.