Merasa Kesepian di Keramaian? Ini Tanda Perlu Bantuan Profesional

Kesepian, bantuan profesional, merasa kesepian, merasa kesepian di keramaian, kesepian di keramaian, selalu kesepian di keramaian, kesepian artinya, Merasa Kesepian di Keramaian? Ini Tanda Perlu Bantuan Profesional

Pernah merasa kesepian di keramaian? Kamu selalu dikelilingi orang banyak, tapi rasanya hampa. Jika ya, kapan sebaiknya meminta bantuan profesional?

"Kesepian bukan tiada orang di samping kita. Walaupun ramai, rasanya tidak terhubung secara sosial dan emosional. Jadi lebih rentan terjadi pada para perantau, walaupun yang tidak merantau pun sangat mungkin merasa kesepian," kata psikolog klinis dewasa, Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog dalam acara BE Radio Indonesia, Kamis (2/10/2025).

Kesepian yang dibiarkan bisa memengaruhi kesehatan mental dan kesehatan fisik. Simak kapan sebaiknya kamu meminta bantuan profesional untuk mengatasi kesepian tersebut. 

Kesepian di keramaian, kapan minta bantuan profesional?

Ketika kesepian ganggu keseharian, jangan ragu minta bantuan

Kesepian, bantuan profesional, merasa kesepian, merasa kesepian di keramaian, kesepian di keramaian, selalu kesepian di keramaian, kesepian artinya, Merasa Kesepian di Keramaian? Ini Tanda Perlu Bantuan Profesional

Jangan remehkan kesepian. Menurut psikolog, kesepian bisa memicu stres hingga gangguan fisik. Kenali kapan waktu terbaik untuk minta bantuan ahli.

Wita menuturkan, sebaiknya kamu minta bantuan profesional jika rasa kesepian sudah mengganggu kegiatan sehari-hari.

"Biasanya ketika sudah mengganggu keseharian, misalkan kayaknya berat banget buat pergi ke kantor atau misalkan diajakin keluar sama teman-teman di akhir pekan, enggak mau ah, malas, tapi sebenarnya enggak nyaman juga sendiri. Jadi serba salah kan, berarti itu sudah mengganggu," jelas psikolog yang berpraktik di Kemang, Jakarta Selatan, ini. 

Tidak hanya itu, jika kesepian sudah mengganggu kinerja di kantor atau kemampuan mengikuti perkuliahan, sebaiknya segera konsultasikan ke pakar. 

Wita juga mengingatkan bahwa kesepian tidak hanya berdampak pada mental, tapi juga fisik seseorang. 

"Atau bahkan mungkin kalau ada simtom-simtom fisik, seperti kok jadi gampang sakit flu, maag (perlu lakukan konsultasi)," tuturnya. 

Ia juga menekankan bahwa minta bantuan profesional tetap bisa dilakukan meskipun kamu merasa kesepian belum mengganggu keseharian. 

"Kalau pun belum mengganggu (keseharian) dan ingin check-up saja, enggak masalah lho. Bukan berarti gangguan mental atau bukan gila, saja saja kita kayak medical check-up," katanya.

Mengapa kesepian bisa membahayakan?

Wita mengatakan, kesepian termasuk faktor pemicu seseorang mengakhiri hidup, meskipun ada banyak faktor kompleks di balik alasan seseorang melakukannya.

"Kesepian bisa menjadi salah satu faktor pemicu karena dibilangnya secara emosional atau sosial itu sama sakitnya seperti rasa sakit fisik. Secara hasil penelitiannya bisa sampai ke sana," ucap anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) ini. 

Bahkan, kesepian tidak hanya memicu masalah mental, seperti kecemasan atau depresi, tapi juga memicu sakit fisik, misalnya sakit jantung. 

"Kalau di lansia (lanjut usia), orang-orang lanjut usia yg tidak kesepian akan lebih mampu berpikir secara jernih karena mereka punya ikatan sosial yg lebih baik. Sebegitu dahsyatnya," kata Wita. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.