Mengenal Tanda Karburator Mio Perlu Diservis
Motor matik lawas seperti Yamaha Mio karburator masih banyak ditemui di jalan. Namun, seiring usia pemakaian, kondisi karburator kerap menjadi sumber masalah jika tidak dirawat dengan baik.
Pemilik perlu mengenali tanda-tanda karburator bermasalah agar performa mesin tetap terjaga.
Menurut Purnomo, pemilik bengkel Tamaro Motor di Jakarta Barat, gejala awal karburator bermasalah biasanya terasa dari tarikan mesin yang tidak stabil.
“Kalau karburator kotor atau setelannya berubah, biasanya tarikan jadi brebet, mesin susah langsam, atau malah boros bensin,” kata Purnomo kepada Kompas.com, Rabu (10/9/2025).
Ia menjelaskan, tanda lain yang perlu diwaspadai adalah mesin sulit dinyalakan terutama saat pagi hari.
Ilustrasi Yamaha Mio generasi pertama
Kondisi ini bisa dipicu oleh spuyer karburator yang tersumbat kotoran sehingga campuran bahan bakar dan udara tidak seimbang.
Selain itu, asap knalpot yang lebih pekat juga bisa jadi indikasi karburator sudah tidak bekerja normal.
“Kalau knalpot keluar asap hitam, itu pertanda pembakaran terlalu kaya bensin. Artinya karburator harus dicek,” ujar Purnomo.
Perawatan sederhana seperti membersihkan filter udara dan menyetel ulang sekrup angin bisa membantu meringankan masalah ringan. Namun jika gejalanya sudah parah, disarankan untuk melakukan servis karburator secara menyeluruh di bengkel.
“Servis karburator idealnya dilakukan tiap 6 bulan atau setiap 5.000 km, supaya motor tetap irit dan tarikan halus,” ucap Purnomo.
Dengan perawatan rutin, Mio lawas karburator tetap bisa dipakai harian tanpa banyak kendala, meski usianya tidak lagi muda.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.