Pameran Multisensori dari Tsubaki Blooming Gallery
Dalam beberapa tahun terakhir, pameran imersif dan multisensori menjadi tren baru di dunia lifestyle dan kecantikan. Melalui perpaduan visual, aroma, dan pengalaman interaktif, format ini menawarkan cara baru bagi pengunjung untuk terhubung secara emosional dengan sebuah merek.
Tren itulah yang kini dihadirkan oleh Tsubaki, merek perawatan rambut asal Jepang, lewat Tsubaki Blooming Gallery di Jakarta, sebuah instalasi artistik yang tak hanya memanjakan pancaindra. Pameran ini berlangsung di Central Park Mal Jakarta pada 10-12 Oktober 2025.
Terinspirasi dari bunga Camellia, simbol keanggunan alami, kecantikan abadi, dan kekuatan lembut, pameran ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan sensori yang menampilkan filosofi Tsubaki: merayakan kecantikan sejati yang tumbuh dari dalam diri.
Menurut Stevie Alexandra, Group Brand Manager Tsubaki Indonesia, pameran ini menjadi wujud nyata dari komitmen Tsubaki terhadap perempuan Indonesia.
“Tsubaki Blooming Gallery merefleksikan filosofi bunga Camellia dari Jepang yang menjadi kebanggaan kami. Melalui galeri ini, kami ingin menghadirkan pengalaman kecantikan yang bukan hanya indah secara visual, tapi juga menginspirasi perempuan untuk merayakan pesona alaminya,” jelas Stevie.
Perpaduan keanggunan Jepang dan kreativitas lokal
Sebagai bagian dari pameran, Tsubaki juga berkolaborasi dengan sejumlah brand lokal, yaitu DOMMA, FAYT, SORA, dan Beet & Cone, yang mewakili semangat keindahan, kualitas, serta autentisitas karya anak bangsa.
Merek perawatan rambut asal Jepang mengadakan pameran multi-sensori Tsubaki Blooming Gallery di Jakarta 10-12 Oktober 2025.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen Tsubaki untuk tidak hanya membawa inovasi Jepang, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia.
“Kolaborasi dengan Tsubaki terasa sangat natural karena semangatnya sama: menciptakan kepercayaan diri dalam keseharian perempuan,” ujar Thanadita Gracella, Co-founder SORA.
“Jika Tsubaki memberi instant confidence lewat rambut yang sehat dan berkilau, SORA menghadirkannya lewat tas yang minimalis dan timeless,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Grittie Chelsey, Co-founder DOMMA, yang mengapresiasi langkah Tsubaki dalam merangkul merek lokal.
“Kolaborasi ini menjadi ruang untuk berbagi nilai, memperkuat komunitas brand lokal, dan merasakan energi positif dari semangat Tsubaki yang memberdayakan,” ungkapnya.
Pengalaman lima zona sensori
Pameran Tsubaki Blooming Gallery menghadirkan pengalaman multisensori melalui lima zona tematik: Camellia Sanctuary, Tsubaki Zone, Artisan Crafting Zone, Camellia Cream Delight, dan Photo Booth Zone.
Setiap area menawarkan aktivitas berbeda—dari eksplorasi produk, instalasi seni bunga Camellia, hingga area interaktif seperti meet & greet, fun games, dan Gacha Experience berhadiah produk eksklusif.
“Melalui galeri ini, kami ingin menciptakan ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri, merasakan kemewahan perawatan rambut Jepang, sekaligus menikmati karya kreatif brand lokal,” tutup Stevie.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.