Grand Mall Bekasi Tutup, Apa Penyebabnya?
— Grand Mall Bekasi, salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Kota Bekasi yang berdiri sejak 1998, kini berhenti beroperasi.
Pantauan di lokasi pada Jumat (10/10/2025) menunjukkan suasana yang muram, seluruh pintu mal terkunci rapat, area dalam gelap tanpa penerangan, dan tidak ada satu pun aktivitas perdagangan.
Suasana Sepi dan Gelap di Dalam Mal
Dari luar, pintu utama Grand Mall Bekasi di Jalan Jenderal Sudirman, Harapan Mulya, terlihat tertutup rapat dengan gembok besar.
Tiga papan peringatan bertuliskan “Awas lantai basah” masih berdiri di depan lobi, disertai mesin penjual minuman otomatis yang kini tak lagi berfungsi.
lorong di dalam mal tampak gelap tanpa penerangan, dan semua toko sudah menurunkan rolling door-nya.
Pintu timur dan barat juga terkunci, menandakan tidak ada satu pun tenant yang tersisa.
Bahkan, deretan ruko di sekitar mal tampak tak lagi beroperasi. Sebagian besar kini memajang papan bertuliskan “Dijual” atau “Disewakan.”
Salah satu gerai cepat saji yang dulu ramai pengunjung kini meninggalkan spanduk perpisahan bertuliskan:
“Terima kasih sudah mendukung kami selama ini. Bila ingin mengunjungi outlet kami, silakan ke Summarecon Mall Bekasi atau KFC Harapan Indah,” demikian isi spanduk itu.
Faktor Ekonomi Jadi Pemicu Utama
Menurut Senior Head Department Marketing Communication Grand Mall Bekasi, Sufala Handri, penutupan Grand Mall Bekasi secara resmi dilakukan sejak 1 Januari 2025.
Keputusan ini diambil oleh manajemen setelah melalui evaluasi panjang terhadap kondisi keuangan dan operasional tenant di dalamnya.
“Memang untuk operasional Grand Mall Bekasi bagian mal atau ritel itu kita tutup sementara sesuai keputusan manajemen sejak 1 Januari 2025. Kalau untuk mal, toko yang buka sudah tidak ada,” ujar Sufala, Jumat (10/10/2025).
Sufala menjelaskan, tekanan ekonomi dan tingginya biaya operasional membuat banyak tenant memilih untuk berhenti beroperasi.
Sebagian besar ruang di dalam mal dimiliki oleh pemilik toko individual, bukan satu pengelola tunggal, sehingga keputusan tutup diambil masing-masing pihak.
“Karena memang di dalam mal itu banyak kepemilikan. Para tenant juga memilih tutup sementara saat ini. Mungkin balik lagi karena faktor ekonomi dan pertimbangan cost,” jelasnya.
Dampak Pandemi Masih Membekas
Meski pandemi Covid-19 telah berlalu, dampaknya terhadap sektor ritel masih terasa kuat.
Menurut Sufala, penurunan daya beli masyarakat dan perubahan perilaku konsumen ke arah belanja daring (online) menjadi faktor lain yang memperburuk situasi.
“Kalau efek pandemi pasti ada. Sampai sekarang pun kota masih merasakan efek pandemi, apalagi sektor ritel. Kami terus berbenah, tapi memang kondisinya belum pulih maksimal,” kata Sufala.
Kondisi Grand Mall Bekasi yang kini tutup sementara, Jumat (10/10/2025)
Ruko di Sekitar Masih Bertahan
Meski area utama mal telah ditutup, sejumlah ruko di luar kompleks Grand Mall masih beroperasi.
Beberapa di antaranya adalah kantor bank, lembaga pembiayaan, warung kopi, dan penjual bakso yang tetap buka melayani pelanggan setia.
Salah satu penjaga ruko, Icha (20), mengatakan bahwa mal sebenarnya sudah lama kehilangan pengunjung bahkan sebelum resmi ditutup.
“Enggak ada pengunjung yang ke sini, toko-toko juga enggak ada yang buka,” ujarnya.
Sementara itu, Vina (18) menambahkan, aktivitas yang tersisa hanya berasal dari perkantoran di belakang area mal.
“Kalau ramai ya karena orang-orang kantor di belakang, karena ada ruko-ruko kan,” katanya.
Harapan untuk Kebangkitan Baru
Grand Mall Bekasi, yang dahulu dikenal sebagai ikon hiburan keluarga di timur Jakarta, kini hanya menyisakan kenangan.
Namun, pihak manajemen mengaku masih menyiapkan langkah baru untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.
“Harus kami lakukan hal yang mungkin ke depannya akan menjadi terobosan baru. Tapi untuk saat ini saya belum bisa beri informasi karena keputusan masih dibahas di manajemen,” ungkap Sufala.
Penutupan Grand Mall Bekasi bukan sekadar simbol menurunnya dunia ritel, tetapi juga cerminan perubahan besar pada pola konsumsi masyarakat pasca-pandemi.
Faktor ekonomi, biaya tinggi, dan pergeseran perilaku belanja menjadi alasan utama yang membuat mal berusia 27 tahun itu resmi tutup permanen.
Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul dan "Penampakan Grand Mall Bekasi yang Tutup Sejak Awal Tahun".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.