Bernardo Tavares Soal Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan Persebaya Runtuh

Persebaya, Bernardo Tavares Soal Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan Persebaya Runtuh

Tidak ada yang abadi dalam sepak bola, termasuk rekor tidak terkalahkan. Setelah melaju dalam 13 laga tanpa kekalahan di Super League 2025–2026, Persebaya Surabaya akhirnya harus menghentikan catatan impresif tersebut pada pekan ke-21.

Persebaya kalah dengan skor tipis 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam.

Padahal, secara statistik, tim mampu bermain lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 54 persen, berbanding 46 persen milik lawan.

Namun, dua momen krusial di babak pertama cukup untuk menghentikan laju impresif yang telah dibangun selama 13 pekan.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengutarakan bagaimana pertandingan lepas dari kendali timnya.

Gol pembuka Bhayangkara FC dicetak Ernard Henri Doumbia pada menit ke-27 melalui situasi bola mati tanpa tekanan berarti sebelumnya.

Sementara, gol kedua lahir pada menit ke-45 lewat Moussa Sidibe setelah transisi cepat.

“Kami kehilangan bola di tengah dan setelah mereka melakukan transisi ofensif, posisi kami di lini pertahanan menjadi kacau. Ketika kehilangan bola, kami perlu mundur dengan cepat," kata pelatih asal Portugal itu.

Menurutnya, efektivitas Bhayangkara FC menjadi faktor pembeda dengan dua peluang bersih langsung berbuah dua gol.

Dominan, tetapi Kurang Tajam

Persebaya bukan tanpa perlawanan. Tim mencatatkan 14 tembakan dengan dua di antaranya mengarah ke gawang.

Serangan dibangun melalui permainan terbuka dan tekanan di sekitar kotak penalti lawan.

Namun, akurasi menjadi masalah, sebab hanya sekitar 20 persen tembakan yang tepat sasaran, sehingga penyelesaian akhir belum maksimal.

“Tembakan yang kami lakukan melenceng dan juga beberapa momen yang dapat kami perbaiki musim ini di dekat gawang lawan. Kami tidak memiliki peluang terbaik,” kata Bernardo Tavares.

Persebaya, Bernardo Tavares Soal Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan Persebaya Runtuh

Pelatih Persebaya Surabaya di Super league 2025-2026, Bernardo Tavares asal Portugal.

Lalu memasuki babak kedua, ia mengakui menyukai respons anak asuhnya. Intensitas meningkat, tempo dipercepat, dan tekanan diberikan sejak awal babak.

Gol balasan tercipta dari Mihailo Perovic di menit ke-64, tetapi waktu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Skuad Tidak Lengkap, Bukan Alasan Rekor Berakhir dan Saatnya Bangkit

Selain itu pada laga ini, Persebaya bermain tanpa komposisi terbaik. Sebab beberapa pemainnya absen karena cedera dan sebagian yang bermain belum sepenuhnya fit.

“Itulah mengapa mereka ada di skuad kami, mereka memiliki kontrak dengan klub. Jadi, ketika beberapa pemain tidak bisa bermain, pemain lain bisa bermain dan mereka harus memanfaatkan kesempatan ini,” tutur pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Meski demikian, ia menegaskan hal itu bukan alasan tim kalah dan memutus rekor 13 laga tanpa kekalahan.

Ia memilih melihat hasil tersebut sebagai bagian dari proses menguji mental apakah mampu bangkit dan kembali menjaga konsistensi di tengah persaingan ketat Super League 2025-2026 ini.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa belajar hal-hal yang tidak kita lakukan dengan baik. Dan inilah yang kami butuhkan perlu belajar dari kesalahan yang kita buat,” kata Bernardo Tavares.

“Ini sepak bola. Satu tim bisa menang, tim lain harus kalah. Sayangnya, kami kalah. Sekarang kami perlu mencoba mengumpulkan poin di laga tandang,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang