Alex Marquez Ungkap Alasan Terjatuh Dua Kali di MotoGP Mandalika

Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, memimpin balapan
Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, memimpin balapan

 Pembalap Gresini Racing MotoGP, Alex Marquez mengungkap bahwa dirinya mengalami kecelakaan dua kali saat mencoba meniru riding line atau gaya balap milik rekan setimnya, Fermin Aldeguer, di ajang MotoGP Indonesia di Mandalika.

Menurut Alex, gaya alami Aldeguer sangat cocok dengan karakter sirkuit tersebut, dan upayanya mengikuti trik tersebut justru membawanya ke jatuh.

Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Fermin Aldeguer

Gaya Balap Aldeguer yang Menginspirasi

Sepanjang akhir pekan balapan, terutama sejak sesi latihan bebas kedua (FP2), Aldeguer tampil konsisten dan cepat menggunakan ban lunak. Gaya balapnya menunjukkan kecepatan tinggi pada tikungan dan tetap stabil saat keluar tikungan. Alex menyebut bahwa gaya tersebut “natural” dan memiliki keunggulan dibandingkan pembalap lainnya di lintasan Mandalika.

“Selama akhir pekan, terutama dari FP2, Fermin bisa sangat cepat dengan [ban] yang lunak. Dia benar-benar konstan dan mampu membuat banyak kecepatan tikungan,” jelas Alex dikutip VIVA dari Crash Rabu, 8 Oktober 2025.

Kesuksesan Aldeguer juga diperkuat oleh catatan lap terbaiknya yang secara signifikan lebih cepat dibanding pembalap lain dan sekaligus melewati rekor lap sebelumnya.

Alex mengaku bahwa ia mencoba dua kali meniru line Aldeguer, sekali di sesi latihan dan sekali saat kualifikasi namun kedua kali itu berakhir dengan kecelakaan. Ia mengakui bahwa gaya setir dan kecepatan yang dipakai Aldeguer dalam menavigasi sirkuit terasa “bebas” dan sulit ditiru langsung.

“Saya pikir cara mengendarainya yang alami benar-benar sempurna untuk trek ini, dan lebih baik daripada orang lain di Ducati di trek ini,” tambahnya.

Alex Marquez di MotoGP Mandalika 2025

Alex Marquez di MotoGP Mandalika 2025

Meski gagal meniru secara sempurna, Alex tetap menghargai bahwa referensi gaya Aldeguer menjadi acuan penting tim sepanjang akhir pekan.

Hasil Akhir di Balapan

Dalam balapan utama MotoGP Indonesia, Aldeguer memimpin sejak lap ke-7 dan akhirnya mencatat kemenangan dengan keunggulan cukup besar, meski menurunkan tekanan di beberapa lap terakhir. Alex sendiri berhasil menyelesaikan balapan dan finis di posisi ketiga, jauh di belakang Aldeguer dan pembalap KTM Pedro Acosta.

Keunggulan Aldeguer terlihat dari jarak waktu lap terbaik dan konsistensinya catatan yang memperkuat bahwa gaya balapnya memang cocok dengan karakter Mandalika.

Kegagalan Alex untuk meniru riding line Aldegüer menjadi pelajaran bahwa gaya berkendara unggulan pembalap berbeda-beda dan tidak selalu bisa ditransfer secara langsung. Motor, handling, setup suspensi, dan pendekatan personal terhadap lintasan sangat memengaruhi keberhasilan trik seperti itu.

Alex Marquez

Alex Marquez

Meski demikian, Alex tetap mengapresiasi bahwa gaya Aldegüer menjadi referensi penting sepanjang akhir pekan bagi tim Ducati. Ia menegaskan bahwa adaptasi dan pemahaman terhadap karakter sepeda motor mereka menjadi kunci supaya kesalahan serupa tidak terulang di seri selanjutnya.