Cerita Rakitic Diajak Ronaldo Gabung Juventus Hingga Idolakan Gatusso
Mantan gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, mengungkapkan kisah menarik soal ajakan Cristiano Ronaldo untuk bergabung ke raksasa Liga Italia (Serie A), Juventus, pada tahun 2019.
Namun, keinginan itu tidak pernah terwujud hingga kini ia menganggapnya sebagai salah satu penyesalan terbesar dalam kariernya.
Dalam wawancaranya bersama Gazzetta, Rakitic membenarkan bahwa dirinya mendapat telepon langsung dari Cristiano Ronaldo.
"Memang benar Cristiano Ronaldo menelepon saya pada tahun 2019 dan berkata: 'Ayo bergabung dengan kami di Juventus'," kata Rakitic dikutip dari Football Italia.
"Sejujurnya, saya ingin sekali bermain di Italia. Itu salah satu penyesalan dalam karier saya," tambahnya.
Pemain asal Kroasia itu sudah mencatatkan 310 laga bersama Barcelona dengan torehan 35 gol, termasuk satu gol ke gawang Juventus di final Liga Champions 2015.
Meski begitu, ia tidak pernah sekalipun mencicipi kompetisi Serie A lantaran sebagian besar kariernya dijalani di La Liga Spanyol dan Bundesliga Jerman.
Kagumi Sepak Bola Italia dan Sosok Gattuso
Rakitic menegaskan bahwa dirinya sangat mengagumi Liga Italia dan sempat ingin merasakan atmosfernya.
Ia juga menyebut nama Gennaro Gattusso sebagai sosok yang ia idolakan.
"Saya sangat mengagumi sepak bola Italia dan gaya hidup kalian, dan saya juga penggemar berat Gattuso, yang melatih saya tahun lalu di Hajduk," tegas Ivan Rakitic.
"Kalian punya pelatih tim nasional yang hebat, dan dia akan membawa kalian ke mana pun kalian ingin pergi," lanjut Rakitic.
Selain pernah tampil di final Piala Dunia 2018 bersama Kroasia, Rakitic juga menyabet penghargaan Pemain Terbaik Kroasia pada 2015.
Ivan Rakitic membayang-bayangi N'Golo Kante dalam pertandingan Perancis vs Kroasia pada final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 15 Juli 2018.
Namun, mimpinya ke Juventus kandas karena sejumlah faktor.
“Sebagian karena itu dan sebagian lagi karena saya masih di Barcelona,” jelasnya.
Rakitic menambahkan bahwa meskipun gagal ke Juventus, ia tetap merasa beruntung.
"Saya sungguh beruntung. Saya bermain untuk Barcelona, lalu kembali ke Sevilla, lalu ke Hajduk. Rasanya pasti menarik, tapi tetap saja indah seperti ini," ujarnya.