Ini yang Bikin Bagnaia Kembali Berjaya di MotoGP Jepang 2025

 Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia sempat membeberkan ada ubahan diberikan di Desmosedici GP25 miliknya saat tes Misano.

Modifikasi yang enggan dia rincikan itu, tampak membuahkan hasil memuaskan di MotoGP Jepang 2025.

Dia tampil semakin percaya diri dan mendominasi MotoGP Jepang 2025. Berturut-turut saat kualifikasi, sesi sprint sampai main race dia menempati posisi pertama.

Sebenarnya jelang akhir balapan, knalpot motornya tampak mengeluarkan banyak asap meskipun Bagnaia mengaku tidak menyadari hal tersebut.

Marquez Pesimistis, Catalunya Beri Peluang Bagnaia Bersinar

Potensi kerusakan itu membuat juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez yang berada di belakangnya sempat khawatir.

Apabila masalahnya adalah kebocoran oli, Marc Marquez bakal jadi pembalap pertama yang terkena dampak dan berpeluang terjatuh lebih dulu.

Namun keduanya berhasil menyelesaikan balapan tanpa kendala dan menyumbangkan dua podium buat Ducati di Sirkuit Motegi.

Disebutkan bahwa ada beberapa ubahan yang terlihat pada GP25 milik Bagnaia, seperti komponen aerodinamik di bagian belakang.

Kabar beredar mengatakan, beberapa komponen dari motor lamanya diadopsi kembali ke GP25 untuk mengembalikan rasa berkendara seperti tahun lalu.

Sementara buat jantung pacu, tidak ada ubahan bisa dilakukan. Sehingga modifikasi dilakukan sebatas komponen.

“Motor sekarang buat saya jadi lebih mudah melakukan pengereman keras, masuk ke tikungan dengan cepat tanpa banyak pergerakan yang mengunci dan understeering,” kata Bagnaia di Jepang, Minggu (28/09).

Tes Misano sudah cukup memberikannya harapan untuk menampilkan performa lebih baik.

Semua ubahan di San Marino, menurut Pecco berhasil diterapkan kembali di Sirkuit Motegi. Namun dirinya enggan berharap terlalu tinggi di sisa musim ini.

“Mungkin di seri selanjutnya saya kembali ke posisi 20, tetapi saya mau menikmati momentum ini dan mengucapkan selamat kepada Marc yang sangat pantas mendapatkan titel ini (juara dunia),” kata Pecco.

Kejayaan di Sirkuit Motegi itu punya dua sisi buat Bagnaia. Meskipun menggembirakan, dia mengaku kecewa solusi terhadap motornya baru bisa ditemukan setelah 16 seri berlalu.

“Tetapi itulah yang terjadi. Lebih baik daripada tidak sama sekali,” ucap Bagnaia.