Duet Son Heung-min dan Denis Bouanga Buat LAFC Ukir Sejarah di MLS
Los Angeles FC mencatat sejarah dalam MLS berkat duet Son Heung-min dan Denis Bouanga.
Dua pemain Los Angeles FC ini mencetak total 17 gol dalam lima laga terakhir klub, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di MLS.
Catatan ini dimulai sejak hasil imbang 1-1 melawan FC Dallas, klub yang dibela kiper Timnas Indonesia Maarten Paes.
Torehan ini berlanjut hingga kemenangan 3-0 atas St. Louis City SC pada Sabtu (28/9/2025) waktu setempat.
Dalam laga melawan St. Louis, Son menyumbang dua gol, sementara Bouanga mencetak satu gol.
Hasil itu membuat keduanya resmi melewati rekor 15 gol beruntun milik Hany Mukhtar dan Sam Surridge dari Nashville SC.
Dampak Son Heung-min untuk LAFC
Sejak bergabung ke LAFC dengan rekor transfer termahal dalam sejarah MLS, Son Heung-min langsung memberikan efek besar untuk LAFC.
Penyerang asal Korea Selatan tersebut mencetak delapan gol dalam delapan penampilan awal bersama LAFC.
Dari total gol tersebut, Son Heung-min mencatat satu hattrick ke gawang Real Salt Lake.
Son Heung-Min dari Los Angeles Football Club (LAFC) bereaksi setelah mencetak gol melawan Real Salt Lake pada pertandingan di America First Field, 17 September 2025 di Sandy, Utah.
Kecepatan dan penyelesaian Son membuat lini belakang lawan kesulitan meredam ancamannya.
Bergabungnya mantan bintang Tottenham Hotspur ini juga memberi ruang bagi Bouanga untuk lebih produktif.
Kombinasi keduanya menjadikan LAFC salah satu tim paling menonjol di Wilayah Barat MLS.
Produktivitas Bouanga
Bouanga tidak hanya menjaga konsistensinya, tetapi juga melampaui catatan Carlos Vela sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.
Dalam lima laga terakhir, ia menorehkan 10 gol termasuk dua hat-trick.
Masing-masing hattrick Bouanga itu dicetak ke gawang San Jose Earthquakes dan Real Salt Lake.
Pemain Timnas Gabon ini juga menjadi sosok pertama dalam sejarah MLS yang berhasil mencetak minimal 20 gol dalam tiga musim beruntun.
Performa Bouanga yang konsisten, ditambah kontribusi Son, membuat LAFC kembali bersaing di papan atas.
Saat ini, LAFC sudah menembus posisi keempat klasemen MLS Wilayah Barat dengan empat kemenangan beruntun dan berpeluang menembus tiga besar.
Catatan empat kemenangan dari lima laga terakhir mengangkat LAFC mendekati performa terbaik menjelang Playoff Piala MLS Audi 2025.
Duet Son dan Bouanga tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga menjaga momentum tim dalam persaingan gelar.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.