Son Heung-Min Cetak Hat-trick Pertama di MLS, Rahasia Adaptasi Kilat
Bintang Korea Selatan, Son Heung-Min, kembali mencuri perhatian di Major League Soccer (MLS).
Mantan kapten Tottenham Hotspur, Son Heung-min, mencetak hattrick pertamanya untuk Los Angeles FC (LAFC) sekaligus membawa timnya menang 4-1 atas Real Salt Lake di America First Field, Rabu (17/9/2025) malam waktu setempat.
Son Heung-min, yang direkrut LAFC pada Agustus lalu dengan nilai transfer dilaporkan mencapai rekor MLS sebesar 26 juta dolar AS (sekitar Rp582 miliar), tampil gemilang sejak menit awal.
Ia mencetak dua gol di babak pertama sebelum melengkapi hattrick di babak kedua.
Kemenangan ini juga menegaskan dampak instan Son di Amerika Serikat.
Dalam enam laga perdananya di MLS, pemain berusia 33 tahun itu sudah mencatatkan lima gol dan satu assist untuk tim berjuluk Black & Gold.
Gol Cepat dan Hattrick Perdana
Son hanya butuh tiga menit untuk membuka keunggulan LAFC di markas Salt Lake. Penyerang berusia 33 tahun itu memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah untuk menjebol gawang.
Gol keduanya hadir pada menit ke-16 lewat tendangan jarak jauh yang terukur, membuatnya mencatat brace pertamanya di MLS.
Ia kemudian memastikan hattrick di babak kedua dengan penyelesaian klinis yang membawa LAFC unggul jauh.
Selain kontribusi Son, satu gol LAFC lainnya dicetak oleh rekan setimnya, Denis Bouanga. Sementara itu, Real Salt Lake hanya mampu membalas satu kali.
Son mengaku puas bisa membantu tim meraih kemenangan penting di laga tandang.
“Bahkan jika saya mencetak gol atau tidak, saya selalu menikmati bermain untuk klub ini dan senang bisa mendapatkan hasil bagus di laga tandang,” kata Son usai pertandingan, seperti dikutip dari situs resmi MLS.
Bintang anyar Los Angeles FC, Son Heung-min, mencetak gol pertamanya di Major League Soccer (MLS) atau Liga Amerika Serikat. Gol pertama Son Heung-min datang pada laga FC Dallas vs LAFC di laga lanjutan Major League Soccer, Sabtu (23/8) atau Minggu dini hari WIB.
Adaptasi Cepat di Amerika
Meski tampil impresif, Son menilai dirinya masih dalam tahap adaptasi terhadap liga Amerika Serikat tersebut.
“Saya rasa saya masih bisa bermain lebih baik dari kondisi saya saat ini,” ucapnya.
“Saya punya komunikasi yang baik dengan para pemain, hubungan yang dekat dengan semua orang. Mereka menyambut saya dengan sangat baik, baik di dalam maupun luar lapangan.”
Son juga menyoroti pentingnya memahami budaya dan gaya permainan baru.
“Masih banyak hal yang harus dipelajari di liga ini, termasuk memahami rekan setim lebih jauh. Tapi sejauh ini berjalan cukup baik,” ujar pemilik 53 gol dari 136 laga bersama Timnas Korea Selatan tersebut.
Sejak pindah dari Tottenham Hotspur setelah 10 tahun berkarier di Premier League, Son langsung menjadi sorotan di Amerika Serikat.
Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Liga Inggris musim 2021-22 dan pemenagn FIFA Puskas Award 2020. Ia kini melanjutkan reputasinya sebagai penyerang tajam bersama LAFC.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.